Nyeri Dada Saat Membungkuk? Waspadai 2 Penyebabnya
Sebenarnya tidak ada kondisi yang secara langsung memicu nyeri dada saat seseorang membungkuk.
BANGKAPOS.COM - Sebenarnya tidak ada kondisi yang secara langsung memicu nyeri dada saat seseorang membungkuk.
Namun, heartburn dan penyakit emboli paru adalah dua kondisi yang dapat memperburuk nyeri dada ketika membungkuk.
Pada kondisi ini, nyeri akan bertambah saat melakukan aktivitas atau gerakan tertentu.
Untungnya, pilihan pengobatan tersedia.
Perawatan heartburn termasuk perubahan gaya hidup serta konsumsi obat yang dapat menetralkan atau menghilangkan asam lambung.
Sedangkan, perawatan emboli paru melibatkan obat-obatan yang membuat pengencer darah.
Penyebab nyeri dada saat membungkuk
Merangkum Medical News Today, berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai heartburn dan emboli paru yang dapat menjadi penyebab nyeri dada makin parah saat membungkuk:
1. Heartburn
Heartburn adalah sensasi terbakar yang bisa dirasakan di belakang tulang dada, di tenggorokan, atau di leher.
Kondisi ini sering kali menjadi lebih buruk saat membungkuk, setelah makan, berbaring, atau di malam hari.
Heartburn terjadi dengan refluks asam atau dikenal juga sebagai gastrointestinal reflux disease (GERD), yakni kondisi di mana asam lambung mengalir ke arah yang salah.
Alih-alih turun dari lambung ke usus, asam lambung malah kembali ke saluran makanan atau kerongkongan (esofagus).
Baca juga: 6 Ciri-ciri Orang Terkena Penyakit Asam Lambung
Esofagus adalah saluran yang mengalirkan makanan dari mulut ke perut.
Beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab heartburn meliputi:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepik-ilustrasi-pria-meninggal-dengan-serangan-jantung-nyeri-dada.jpg)