Kamis, 23 April 2026

Bukannya 'Perkasa', Ini Dampak Buruk bagi Pria Jika Terlalu Sering Mengeluarkan Sperma, Bisa Botak

Akibat dari sering mengeluarkan air mani atau yang disebut dengan onani/masturbasi akan menimbulkan masalah yang beragam, karenanya

Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
Medical News Today
Ilustrasi sperma 

Berkurangnya produksi testosteron juga terkait dengan kebiasaan dan gaya hidup seperti konsumsi alkohol, merokok dan berolahraga.

Jika gaya hidup cenderung normal, namun memiliki kebiasaan masturbasi sebaiknya kurangi aktivitas seksual itu untuk mengurangi keluhan.

Jika keluhan tak kunjung reda, hubungi dokter untuk pemeriksaan medis.

9.Masturbasi kompulsif

Masturbasi ini mempengaruhi kehidupan karena sudah menjadi kebiasaan.

Sebagian pria yang masturbasi enam kali sehari bisa saja merasa produktif, sementara lainnya merasa sebaliknya.

Masturbasi kompulsif dapat berdampak negatif pada pekerjaan, hubungan dengan pasangan, harga diri, keuangan, dan sosial, jika tidak dapat menyeimbangkan antara kebutuhan pribadi dan hasrat.

10.Varikokel

Terlalu banyak mengeluarkan sperma(masturbasi/onani) pada pria juga ternyata dapat berakibat sangat fatal, yakni dapat mengakibatkan terjadinya gangguan varikokel yaitu seperti varises, namun varikokel terjadi di bagian alat kelamin pria.

Varikokel dapat terjadi jika terlalu ekstrim dalam melakukan onani yakni dengan menjepit alat kelamin pria, hal ini dapat memicu terjadinya varikokel.

Maka dari itu diharapkan para kaum lelaiterutama remaja untuk sangat berhati-hati dalam mencari kepuasan untuk diri sendiri.

Jangan melakukannya dengan terlalu ekstrim.

7 Fakta Sperma

Momen saat sel sperma berusaha masu ke dalam sel telur.
Momen saat sel sperma berusaha masu ke dalam sel telur. (kompas.com/intisari)

Anda mungkin pernah mendengar berbagai informasi tentang sperma.

Ada yang bilang, mandi air panas bisa menurunkan kualitas sperma, nanas dapat membuat aroma sperma lebih enak atau ada wanita yang alergi terhadap sperma.

Mana yang mitos dan mana yang fakta, dilansir dari Womens Health, inilah penjelasannya.

1. Sperma bergerak dengan cepat sejak dikeluarkan dari tubuh pria.

Ini benar. Momen pertama ejakulasi mengandung sperma dengan konsentrasi yang paling tinggi, kata urolog Harry Fisch, M.D., profesor terapi kesuburan di Weill Medical College of Cornell University.

2. Sperma bisa hidup lebih lama dari yang Anda kira.

Biasanya sperma dapat hidup selama 48 jam di dalam tubuh wanita, setelah berhubungan seks.

Dan sperma tetap ada di tubuh wanita selama lima hingga tujuh hari, tergantung seberapa bersahabatnya cairan serviks wanita.

Menariknya, cairan serviks akan melindungi sperma untuk hidup lebih lama di sekitar waktu ovulasi, di saat wanita mencapai puncak kesuburannya.

3. Frekuensi hubungan seks tidak menurunkan jumlah simpanan sperma.

Kebanyakan pria selalu punya simpanan sperma yang cukup banyak untuk dikeluarkan, kata ahli endokrin reproduktif Carrie Wambach, M.D., dari Southern California Reproductive Center di Los Angeles.

Ini artinya, sering ejakulasi memang dapat menurunkan volume sperma yang keluar.

Tapi pada pria normal, sperma akan terus diproduksi di dalam tubuh mereka dalam jumlah yang tidak terbatas.

4. Temperatur dapat menurunkan jumlah sperma.

Ternyata, jumlah air mani berfluktuasi sesuai suhu. "Jumlah sperma cenderung rendah di suhu panas dan tertinggi di suhu dingin," kata Fisch, karena paparan panas dapat mengurangi jumlah sperma.

Yang dimaksud suhu panas di sini bukan hanya menyangkut cuaca tapi juga termasuk memangku laptop di pangkuan atau mandi air panas.

Suhu jacuzzi atau sauna yang bisa mencapai 40 derajat Celcius bisa menurunkan jumlah sperma secara drastis.

Bahkan, efek temperatur ekstrim ini bisa bertahan sampai berbulan-bulan.

Anda yang sedang dalam program ingin punya bayi, tidak dianjurkan mandi air panas atau mendekatkan organ vital Anda ke bend-benda bersuhu panas.

5. Nanas belum teruji dapat membuat aroma sperma lebih harum.

Sayangnya, belum ada ilmuwan yang terpikir untuk menguji apakah benar sperma bisa berbau harum jika pria memakan nanas.

Sperma mengandung fruktosa (sejenis gula yang ada di dalam buah-buahan). Itu sebabnya, rasa sperma agak manis di lidah.

Tapi apakah makanan yang diasup pria bisa memengaruhi aroma dan rasa sperma?

Belum ada penelitian ilmiah yang mengarah ke sana.

6. Sangat jarang ada wanita yang alergi sperma.

Memang ada wanita yang alergi terhadap sperma.

Paparan sperma dapat membuat area vaginanya meradang dan kemerahan.

Tapi, ini kasus yang sangat jarang terjadi.

"Jika menemui kasus seperti itu, yang pertama kali saya periksa adalah kemungkinan adanya infeksi jamur," kata Fisch. Jika Anda alergi sperma, pemakaian kondom akan dapat membantu mencegahnya.

7. Kesehatan pria memengaruhi kualitas spermanya.

"Kondisi sperma paling sehat adalah saat pria berusia di bawah 40 tahun. Dan akan lebih sehat lagi jika pria itu tidak merokok, tidak minum alkohol, menerapkan pola makan sehat dan jauh dari paparan polusi," kata Wambach. (*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved