Breaking News:

Indonesia Tak Berani Sentuh Papua Nugini, Padahal Satu Daratan dengan Papua Barat, Ini Alasannya

Pulau Papua juga demikian, Papua bagian barat adalah milik Indonesia, sementara sebelah timur adalah Papua Nugini.

Editor: Alza Munzi
genealogyreligion.net via Ancient Origins
Ilustrasi. Suku Fore di Papua Nugini yang memiliki ritual makan otak manusia. 

BANGKAPOS.COM - Tanah Papua memiliki keterikatan dalam sejarah Indonesia.

Terutama ketika berada di bawah penjajahan Belanda.

Sedangkan di sebelahnya, ada Papua Nugini yang dijajah Jerman dan Inggris.

Dua wilayah dalam satu daratan ini terkesan jauh dan tak ada yang berani saling sentuh.

Sama seperti Kalimantan yang dimiliki dua negara Indonesia dan Malaysia.

Pulau Papua juga demikian, Papua bagian barat adalah milik Indonesia, sementara sebelah timur adalah Papua Nugini.

Baca juga: Risiko Ditembak Mati, Perwira Polisi Ini Malah Masuk ke Markas KKB Papua dan Lakukan Hal Tak Terduga

Banyak yang mengira bahwa Papua Nugini mungkin adalah daerah liar yang penuh dengan suku-suku terpencil.

Dengan keragaman bahasa dan budaya yang tak terhitung jumlahnya, membuat mereka terlihat sangat unik.

Namun, yang sering mengundang pertanyaan adalah mengapa wilayah itu terpisah, dan mengapa Papua Nugini tidak pernah

disentuh Indonesia.

Misalnya, seperti pada masa lalu pulau Papua hanya dijajah Belanda dan Indonesia pun merebutnya dari Belanda.

Di sisi lain, Belanda hanya menguasai Papua bagian barat dan hampir tidak menyentuh Papua Nugini.

Baca juga: Wajar Saja Pemerintah Kirim Pasukan Setan Tumpas KKB Papua, Pengakuan Pekerja Proyek Ini Buktinya

Sehingga Indonesia hanya mengambil alih Papua bagian Barat.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan Papua barat dengan Papua Nugini, mengapa tidak pernah dikuasai Indonesia maupun dulunya

tidak dijajak Belanda?

Menurut catatan, semua itu terjadi bermula dari kolonialisme yang berbeda antara Papua bagian barat dan Papua Nugini.

Singkatnya, kolonialisme terjadi, sedikit lebih lama di Papua Barat.

Papua Barat dijajah oleh Belanda dan menjadi bagian dari Hindia Belanda, yang memasukkan masa depan Indonesia sebagai

bagian darinya.

Sementara itu, berbeda dengan Papua Nugini pertama kali dijajah oleh Jerman, kemudian Inggris, kemudian Australia.

Pada akhirnya diberikan kemerdekaan oleh Australia pada tahun 1975.

Sebelumnya, separuh Barat telah secara kontroversial dimasukkan ke Indonesia setelah melakukan perundingan dan

konfrontasi dengan Belanda.

Baca juga: Begini Perlakuan KKB Papua pada Jasad Tandi Kogoya, yang Tewas Adu Tembak dengan Satgas TNI-Polri

Indonesia merdeka dan menganggap diri mereka sebagai pemain utama gerakan nonblok.

Baik pro-Soviet maupun pro-Amerika dalam Perang Dingin, mereka membela negara-negara terjajah.

Secara khusus, mereka merasa bahwa semua wilayah yang dijajah Belanda di Hindia pantas disatukan di bawah satu atap

sebagai bagian NKRI.

Sederhananya, inilah alasan mengapa daratan Papua Barat dan Papua Nugini terpisah.

Sementara itu untuk budaya juga mengalami perubahan, bahasa resmi Papua Barat adalah bahasa Indonesia, dengan

pengenalan terbatas untuk bahasa Melayu Papua.

Bahasa lokal Papua Barat yang keberadaannya hanya terbatas di daerah perbatasan dengan Papua Nugini.

Sedangkan bahasa resmi Papua Nugini adalah bahasa Inggris, Hiri Motu dan bahasa kreol yang berkembang pesat bernama Tok

Pisin, yang mungkin paling banyak digunakan di negara itu.

Ada juga lebih dari 800 bahasa yang diakui yang ada di Papua Nugini.

Tetapi persilangan ke Papua Barat tidak banyak terjadi.

Secara linguistik, Papua Barat dan Papua Nugini telah dipisahkan secara kaku karena sejarah mereka.

(intisari.grid.id)

Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved