Jumat, 24 April 2026

Hati-hati, 8 Kebiasaan Ini Bisa Mengganggu Kesehatan Usus

Alkohol bersifat adiktif, sangat beracun, dan dapat memiliki efek fisik dan mental yang berbahaya bila dikonsumsi dalam jumlah besar.

Editor: suhendri
Freepik
Ilustrasi penyakit menyerang usus 

Kandungan ini juga dapat membantu mengurangi tekanan darah dan meningkatkan kolesterol.

4. Penggunaan Antibiotik

Antibiotik adalah obat penting yang digunakan untuk mengobati infeksi dan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, seperti infeksi saluran kemih dan radang tenggorokan.

Antibiotik bekerja dengan membunuh bakteri atau mencegahnya berkembang biak dan telah menyelamatkan jutaan nyawa selama 80 tahun terakhir.

Namun, salah satu kelemahannya adalah mereka mempengaruhi bakteri baik dan jahat.

Faktanya, bahkan pengobatan antibiotik tunggal dapat menyebabkan perubahan berbahaya dalam komposisi dan keragaman flora usus.

Antibiotik biasanya menyebabkan penurunan jangka pendek pada bakteri menguntungkan, seperti Bifidobacteria dan Lactobacilli, dan untuk sementara dapat meningkatkan bakteri berbahaya seperti Clostridium.

Baca juga: Waspadai 11 Gejala Covid-19 yang Kerap Muncul

Namun, antibiotik juga dapat menyebabkan perubahan jangka panjang pada flora usus.

Setelah menyelesaikan dosis antibiotik, sebagian besar bakteri kembali setelah 1-4 minggu, tetapi jumlahnya sering tidak kembali ke tingkat sebelumnya.

Faktanya, satu penelitian menemukan bahwa dosis tunggal antibiotik mengurangi keragaman Bacteroides, yakni salah satu kelompok bakteri yang paling dominan dan meningkatkan jumlah strain yang resisten.

Efek ini bertahan hingga dua tahun.

5. Kurangnya Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik secara sederhana didefinisikan sebagai setiap gerakan tubuh yang membakar energi.

Berjalan, berkebun, berenang, dan bersepeda adalah contoh aktivitas fisik.

Menjadi aktif secara fisik memiliki sejumlah manfaat kesehatan, termasuk penurunan berat badan, tingkat stres yang lebih rendah dan pengurangan risiko penyakit kronis.

Terlebih lagi, penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktivitas fisik juga dapat mengubah bakteri usus, meningkatkan kesehatan usus.

Tingkat kebugaran yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan kelimpahan butirat yang lebih besar, yakni asam lemak rantai pendek yang penting untuk kesehatan secara keseluruhan, dan bakteri penghasil butirat.

Satu studi menemukan bahwa pemain rugby profesional memiliki flora usus yang lebih beragam dan dua kali jumlah keluarga bakteri, dibandingkan dengan kelompok terkontrol dengan ukuran tubuh, usia, dan jenis kelamin yang sama.

Baca juga: Ketahui Penyebab Asam Lambung Naik Sering Kambuh

Selain itu, atlet memiliki tingkat Akkermansia yang lebih tinggi, yakni bakteri yang terbukti memainkan peran penting dalam kesehatan metabolisme dan pencegahan obesitas.

Hasil serupa telah dilaporkan pada wanita.

Sebuah studi membandingkan flora usus dari 19 wanita yang aktif secara fisik dengan 21 wanita yang tidak aktif.

Wanita aktif memiliki lebih banyak bakteri yang meningkatkan kesehatan, termasuk Bifidobacterium dan Akkermansia.

Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara teratur, bahkan pada intensitas rendah hingga sedang, dapat bermanfaat.

6. Merokok

Asap tembakau terdiri dari ribuan bahan kimia, 70 di antaranya dapat menyebabkan kanker.

Merokok menyebabkan kerusakan pada hampir setiap organ dalam tubuh dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kanker paru-paru.

Merokok juga merupakan salah satu faktor risiko lingkungan yang paling penting untuk penyakit radang usus, yakni penyakit yang ditandai dengan peradangan terus-menerus pada saluran pencernaan.

Selain itu, perokok dua kali lebih mungkin menderita penyakit Crohn, yakni jenis penyakit radang usus yang umum, dibandingkan dengan bukan perokok.

Dalam sebuah penelitian, berhenti merokok meningkatkan keragaman flora usus, yang merupakan penanda usus yang sehat.

7. Tidak Cukup Tidur

Tidur nyenyak sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan.

Studi menunjukkan bahwa kurang tidur terkait dengan banyak penyakit, termasuk obesitas dan penyakit jantung.

Tidur sangat penting sehingga tubuh memiliki jam pengatur waktunya sendiri, yang dikenal sebagai ritme sirkadian.

Ini adalah jam internal 24 jam yang memengaruhi otak, tubuh, dan hormon.

Itu dapat membuat kita tetap waspada dan terjaga, tetapi juga dapat memberi tahu tubuh kapan waktunya untuk tidur.

Tampaknya usus juga mengikuti ritme seperti sirkadian harian.

Mengganggu jam tubuh melalui kurang tidur, kerja shift dan makan larut malam mungkin memiliki efek berbahaya pada bakteri usus.

Sebuah studi tahun 2016 mengeksplorasi efek kurang tidur jangka pendek pada komposisi flora usus.

Baca juga: Jangan Sepelekan 7 Gejala Tekanan Darah Tinggi Ini

Studi ini membandingkan efek dari dua malam kurang tidur (sekitar 4 jam per malam) versus dua malam durasi tidur normal (8,5 jam) pada sembilan pria.

Kurang tidur selama dua hari menyebabkan perubahan halus pada flora usus dan meningkatkan jumlah bakteri yang terkait dengan penambahan berat badan, obesitas, diabetes tipe 2, dan metabolisme lemak.

Namun, efek kurang tidur pada bakteri usus adalah bidang penelitian baru.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dampak kurang tidur dan kualitas tidur yang buruk pada kesehatan usus.

8. Terlalu Stres

Menjadi sehat bukan hanya tentang pola makan, aktivitas fisik, dan tidur yang cukup.

Tingkat stres yang tinggi juga dapat memiliki efek berbahaya pada tubuh.

Di usus, stres dapat meningkatkan sensitivitas, mengurangi aliran darah, dan mengubah bakteri usus.

Studi pada tikus telah menunjukkan bahwa berbagai jenis stres dapat mengurangi keragaman flora usus dan mengubah profil usus.

Baca juga: 9 Tanaman Herbal Ini Bisa Dimanfaatkan untuk Mengobati Asam Urat

Paparan stres pada tikus juga mempengaruhi populasi bakteri, menyebabkan peningkatan bakteri yang berpotensi berbahaya seperti Clostridium, dan mengurangi populasi bakteri menguntungkan seperti Lactobacillus.

Satu studi pada manusia melihat efek stres pada komposisi bakteri usus pada 23 mahasiswa.

Komposisi bakteri usus dianalisis pada awal semester dan pada akhir semester saat ujian akhir.

Stres yang tinggi terkait dengan ujian akhir dapat menyebabkan berkurangnya bakteri ramah, termasuk Lactobacilli. (Kompas.com/Galih Pangestu Jati)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sering Disepelekan, 8 Kebiasaan Ini Dapat Mengganggu Kesehatan Usus

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved