Breaking News:

Berita Kriminal

Ternyata Pelaku Sodomi Berstatus Koordinator Pengamen, Sudah Lima Tahun Menetap di Pangkalpinang

Pria berinisial An (32) Kelahiran Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), tersangka pelaku sodomi anak di bawah umur, sudah lima tahun menetap di Kota

Penulis: Yuranda | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
An (32) pelaku kekerasan asusila terhadap anak-anak dihadirkan di konferensi pers, yang dipimpin Kapolres Pangkalpinang AKBP Tris Lesmana Zeviansyah, di Kantor Polres Pangkalpinang, Jumat (22/7/2021). (Bangkapos.com/Yuranda) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pria berinisial An (32) Kelahiran Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), tersangka pelaku sodomi anak di bawah umur, sudah lima tahun menetap di Kota Pangkalpinang.

Pria perantau satu ini selain melakukan tindakan tak senonoh terhadap bocah laki-laki, ia juga merupakan koordinator anak-anak untuk mengamen, di Jalan Raya, tepatnya di Perempatan Lampu Merah Kota Pangkalpinang.

"Selama lima tahun inilah pelaku mengkoordinir anak-anak dibawah umur ini untuk ngamen," kata Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra, saat konferensi pers dipimpin Kapolres Pangkalpinang AKBP Tris Lesmana, di Kantor Polres Pangkalpinang, Jumat (23/7/2021)

Katanya, pelaku tidak tidak mengiming-imingikan apapun terhadap korban, namun pelaku mengancam korban, apabila korban tidak menurun keinginannya. Sehingga para korban takut dan menurunkan keinginannya.

"Pelaku memukul para korban, dan diancaman senjata tajam, apabila tidak menuruti keinginan pelaku," ujarnya

Tak jarang uang hasil mengamen para korban dirampas oleh pelaku, sehingga para korban tidak mendapatkan apa-apa dari hasil jerih payah mereka.

Kapolres Pangkalpinang AKBP Tris Lesmana Zeviansyah, Jumat (23/7/2021) mengatakan korban kekerasan atau asusila anak dibawah umur, sangat rentan menimbulkan traoma.

Trauma psikologis yang berdampak kepada perkembangan anak ke depannya. Bahkan sangat dikhawatirkan korban menjadi pelaku dikemudian hari.

"Oleh karena itu tentu kita harus bergandengan tangan untuk menuntaskan hal ini sampai tuntas baik dari hulu dan di hilirnya. Mudah-mudahan ini adalah kejadian terakhir kekerasan terhadap anak, karena ditakutkan akan menggangu perkembangan anak di masa yang akan datang," kata Kapolres.

Kapolres mengimbau kepada seluruh komponen masyarakat, pengungkapan kasus itu akan berhasil apabila didukung oleh masyarakat, oleh karena itu masyarakat diharapkan untuk memberikan informasi sekecil apapun tentang tindakan kekerasan di sekitar.

"Untuk orang tua agar lebih intens untuk mengawasi anak-anaknya, agar tidak menjadi pelaku atau korban tindak pidana yang terjadi. Karena masa depan negara kita kedepannya, baik atau tidak tergantung anak-anak muda tentu kita lebih intens untuk melakukan pengungkapan kejadian tersebut," imbaunya. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved