Senin, 4 Mei 2026

5 Jenis Minuman Penurun Kolesterol yang Mudah Ditemukan

Ketika kadar kolesterol tidak sehat, itu meningkatkan risiko kondisi kesehatan yang serius, seperti stroke atau serangan jantung.

Tayang:
Editor: suhendri
Freepik.com
Jus tomat 

BANGKAPOS.COM - Kolesterol adalah zat lilin yang digunakan tubuh untuk membuat sel dan hormon.

High-density lipoprotein (HDL) dan low-density lipoprotein (LDL) adalah dua jenis kolesterol yang berbeda.

Ketika kadar kolesterol tidak sehat, itu meningkatkan risiko kondisi kesehatan yang serius, seperti stroke atau serangan jantung.

Baca juga: Sakit Gigi di Malam Hari? Coba Atasi Dengan 5 Cara Ini

Melansir dari Medical News Today, meski demikian, ternyata ada berbagai minuman yang dapat membantu mengurangi kadar kolesterol atau menjaganya dalam kadar normal.

Berikut ini beberapa minuman penurun kolesterol yang mudah ditemukan dan dapat dibuat di rumah.

Baca juga: Meski Baunya Menyengat, Jus Mengkudu Punya Banyak Manfaat bagi Kesehatan, Apa Saja?

1. Teh hijau

Teh hijau mengandung katekin dan senyawa antioksidan lainnya yang dapat membantu menurunkan kadar LDL dan kadar kolesterol total.

Dalam sebuah studi tahun 2015, para ilmuwan memberi tikus air minum yang diresapi dengan katekin dan epigallocatechin gallate, yakni antioksidan bermanfaat lainnya dalam teh hijau.

Setelah 56 hari, para ilmuwan melihat kadar kolesterol dan LDL telah berkurang sekitar 14,4 persen dan 30,4 persen pada dua kelompok tikus yang diberi diet tinggi kolesterol.

Teh hitam juga dapat berdampak positif pada kolesterol, tetapi pada tingkat yang lebih rendah daripada varian hijaunya.

Hal ini disebabkan oleh kadar katekin dalam teh hitam yang lebih kecil daripada teh hijau.

Selain itu, kafein juga dapat membantu meningkatkan kadar HDL.

Baca juga: Awas, Asam Lambung Naik Bisa Menyebabkan Sakit Kepala, Atasi Dengan Cara Ini

2. Susu kedelai

Kedelai rendah lemak jenuh. Mengganti krim atau produk susu berlemak tinggi dengan susu kedelai atau krimer dapat membantu mengurangi atau mengelola kadar kolesterol.

Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan untuk mengonsumsi 25 gram (g) per har protein kedelai sebagai bagian dari diet rendah lemak jenuh dan kolesterol untuk membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved