Berita Pangkalpinang
Merantau Selama 7 Tahun, Ipda Rizka Siti Amalia Tahan Rindu
Tetapi pencapaian Srikandi tak serta merta muncul begitu saja. Tempaan dan gemblengan hingga kontemplasi terhadap diri dan lingkungan adalah modal
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Belajar dari kisah Epos Mahabharata menceritakan kisah perempuan perkasa yang menginspirasi. Srikandi misalnya, dengan kemampuan memanahnya bisa mengalahkan Bisma.
Tetapi pencapaian Srikandi tak serta merta muncul begitu saja. Tempaan dan gemblengan hingga kontemplasi terhadap diri dan lingkungan adalah modal utama.
Serupa dengan Polisi wanita (Polwan) bernama Rizka Siti Amala, perempuan berpangkat Inspektur Polisi Dua (IPDA).
Memutuskan mengabdi sebagai anggota kepolisian harus ada konsekuensi yang harus Rizka terima. Satu di antaranya harus bersedia ditugaskan di seluruh wilayah Indonesia. Pengalaman inilah yang dialami Rizka.
Perempuan kelahiran 3 Februari 1996 ini harus rela bertugas jauh dari keluarga besarnya yang berada di Bandung, Jawa Barat.
Ia tak menyangka jika harus sampai menyeberang pulau demi menjalankan tugas. Selepas tahun lulus sekolah menengah atas pada tahun 2014 dirinya mendaftarkan diri bertekad untuk masuk Akademi Kepolisian (Akpol) Republik Indonesia.
Akhirnya perjuangannya pun tak sia-sia, akhirnya dirinya lolos menjadi taruni Akpol dan harus menjalani pendidikan di Surabaya, Jawa Timur.
Perasaan bimbang tentu sempat melanda dirinya. Ia memikirkan bagaimana harus tinggal berjauhan dengan orangtua. Apalagi dia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara yang tentunya menjadi kesayangan keluarga.
Namun pilihan sudah diambil, Rizka akhirnya merelakan untuk berpisah sejenak dengan keluarganya meskipun harus menahan rindu.
“Waktu awal pendidikan selama empat tahun pada pendidikan tingkat pertama berat, karena saya dari kecil ikut orang tua terus lulus SMA langsung pisah karena pendidikan di Semarang. Bahkan setiap hari nulis diary, mama kenapa saya bisa masuk Polwan,” kata dia kepada Bangka Pos, Selasa (31/8/2021).
Tak berhenti disitu, empat tahun setelahnya tepat pada tanggal 19 Juli 2018 ia dilantik menjadi perwira dan langsung ditugaskan ke Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Hal tersebut sempat membuat gadis berdarah sunda ini semakin galau. Tetapi apa boleh buat itu merupakan tanggung jawab sebagai anggota Polri. Bahkan pada hari besar keagamaan seperti idulfitri semakin menambah rindunya saat tak bisa pulang.
Karir pertama Rizka berkiprah di kepolisian diawali sebagai Komandan Pleton Negosiator di Dalmas 3 KI 2 Sipasdal Subditdalmas Dit Sabhara Polda Kepulauan Babel. Tak berselang lama ditugaskan dibawah operasi kendali (BKO) staf pribadi pimpinan kepolisian (Sesprim).
Desember 2018 ia ditugaskan sebagai Kepala SPKT Polres Pangkalpinang. Kemudian pada bulan Februari 2019 Rizka menjadi Kepala Unit (Kanit) PPA Satreskrim Polres Pangkalpinang selama 3 tahun dan berlanjut hingga saat ini menjadi Kanit Regident Satlantas Polres Pangkalpinang sejak Juli 2021.
“Dari 2014 sampai 2021, jadi sudah 7 tahun merantau. Keluarga ada di Bandung, saya merantau sendiri di sini dan tinggal di mes,” terang Rizka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210831-ipda-rizka-siti-amalia.jpg)