Breaking News:

Tentara dan Polisi Pernah Dipecat Massal, Begini Kondisi Militer Timor Leste Dibandingkan Indonesia

Kemudian, dilakukan referendum yang diatur oleh PBB dan rakyat lebih memilih untuk lepas dari Indonesia.

Editor: Alza Munzi
Stefanus Akim/Tribun Pontianak
Ilustrasi. Pedagang aksesoris di Market Tais, di Timor Leste, Dili. Ada beberapa rakyat Timor Leste yang memilih ingin bersama dengan Indonesia hingga mereka memutuskan meninggalkan tanah airnya. 

BANGKAPOS.COM - Aparat militer Indonesia dan milisi Timor Leste pernah terlibat konflik sampai 1999 silam.

Kemudian, dilakukan referendum yang diatur oleh PBB dan rakyat lebih memilih untuk lepas dari Indonesia.

Pemerintah Timor Leste diakui oleh dunia pada tanggal 20 Mei 2002.

Lalu secara perlahan, Timor Leste membangun negaranya dan membentuk kekuatan militer.

Hanya saja pada 2006, pemerintah setempat membubarkan lembaga tentara dan kepolisian karena protes diskriminasi.

Pada tahun 2006, ketegangan internal mengancam keamanan negara baru ketika serangan militer menyebabkan kekerasan dan pelanggaran hukum serta ketertiban.

Atas permintaan Dili, Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang dipimpin Australia dikerahkan ke Timor-Leste, dan Dewan Keamanan PBB membentuk Misi Terpadu PBB di Timor-Leste (UNMIT), yang mencakup kehadiran polisi resmi lebih dari 1.600 personel.

Baca juga: Video Gisel 13 Detik Ditonton Jutaan Kali, Siapa Sosok di Sampingnya?

ISF dan UNMIT memulihkan stabilitas, memungkinkan pemilihan presiden dan parlemen pada tahun 2007 dalam suasana damai.

Pada Februari 2008, sebuah kelompok pemberontak melancarkan serangan yang gagal terhadap presiden dan perdana menteri.

Pemimpinnya tewas dalam serangan itu, dan sebagian besar pemberontak menyerah pada April 2008.

Baca juga: PPKM Berakhir Hari Ini, Apakah Diperpanjang? Jokowi Ungkapkan Kunci Agar Covid-19 Tak Melonjak

Halaman
1234
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved