Breaking News:

Bak Senjata Makan Tuan, Sanksi Pada Rusia Berakibat Fatal Pada Amerika, Yuan China Mendominasi

Bak Senjata Makan Tuan, Sanksi Pada Rusia Berakibat Fatal Pada Amerika, Yuan China Mendominasi

Editor: M Zulkodri
AFP/ERIC BARADAT via DW INDONESIA
Presiden AS, Joe Biden dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. 

BANGKAPOS.COM---Mata uang Dollar AS menjadi salah satu uang yang mendominasi pasar dunia.

Sebagai negara adidaya, Amerika memiliki kekuatan menekan perekonomian dunia. 

Maka dari itu, Amerika dan sekutunya tergabung dalam NATO kerap memberikan sanksi kepada sejumlah negara yang tidak sejalan ataupun yang melanggar peraturan yang telah dibuat.

Baru-baru ini Amerika memberikan sanksi kepada Rusia.

Sanksi anti- Rusia telah membuat banyak negara berpikir tentang kerentanan finansial terhadap AS.

Mendorong mereka untuk mencari alternatif selain dolar AS, menurut sebuah artikel oleh ekonom Inggris Howard Davies di Toyo Keizai.

Sanksi terhadap Rusia memiliki efek samping yang terlalu parah, dan negara-negara lain bertanya-tanya apakah mereka juga akan terputus dari sistem keuangan berbasis dolar.

Jika pembatasan Barat dikenakan pada mereka, catat para ekonom.

"Politisi Saudi dan China telah lama khawatir tentang kerentanan terhadap sanksi keuangan AS," katanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, China telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko ini dengan membangun sistem pembayaran antar bank lintas batas (CIPS), yang menawarkan pembayaran lintas batas dalam RMB kepada para anggotanya.

Bahkan dengan pertumbuhan pesat anggota CIPS, saat ini tidak menimbulkan ancaman yang signifikan terhadap hegemoni global sistem pembayaran Barat.

Tetapi perkembangan yuan digital China dapat memiliki dampak yang lebih serius, Davis menunjukkan.

Dengan demikian, kepemimpinan China di bidang mata uang digital dapat secara signifikan memperluas penggunaan yuan di luar negeri.

Pada saat yang sama, laporan American Hoover Institution berpendapat bahwa jika China berhasil memfasilitasi yuanisasi arus perdagangan dunia dengan bantuan mata uang digital.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved