Breaking News:

Kronologi Kasus Penipuan dan Asusila Briptu IA, Ada Iming-iming 'Bantu' Ringankan Perkara

Kuasa hukum AR, Budiyono mengatakan kronologi dugaan penipuan dan asusila berawal ketika Briptu IA menangani kasus AR pada Juli 2021

Ilustrasi Grafis/Tribun-Video.com
Ilustrasi Polisi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Brigadir Satu ( Briptu) IA alias Juntak dilaporkan AR atas dugaan kasus  penipuan dan penggelapan dalam jabatan.

AR warga Desa Kotawaringin, Kabupaten Bangka melalui Budiyono, kuasa hukumnya melaporkan Briptu IA pada 28 September 2022 ke Kapolda Babel melalui Kabid Propam Polda Babel.

Diketahui Brigadir Satu ( Briptu) IA alias Juntak menjabat sebagai penyidik pembantu di Sub Dit Narkoba Polda Bangka Belitung.

Kuasa hukum AR, Budiyono mengatakan kronologi dugaan penipuan dan asusila berawal ketika Briptu IA menangani kasus AR pada Juli 2021.

Baca juga: Harga BBM Terbaru Berubah Lagi, Simak Harga Pertalite, Pertamax dan Solar di 35 Daerah

Baca juga: Kenapa Malaysia dan Singapura Tak Masuk G20? Berikut Ini Penjelasannya

Baca juga: Siapa Angely Emitasari? Kades Cantik yang akan Gelar Pesta Pernikahan 4 Hari, Begini Kisah Cintanya

"Selama dalam proses penyidikan tersebut ada beberapa hal di luar prosedur hukum. Dilakukan oleh oknum penyidik pembantu bernama Juntak tersebut. Oknum penyidik itu telah memaksa klien kami (AR) agar memberitahukan jumlah saldo pada kartu ATM BCA serta meminta nomor PIN-nya," jelas Budi kepada Bangkapos.com, Kamis (17/11/2022).

Selanjutnya, Briptu IA menghubungi dan menemui istri kliennya berinisial DA dan melakukan penekanan agar diberikan buku tabungan Bank BCA miliknya.

"Karena ketakutan, maka diserahkanlah buku tabungan tersebut kepada Juntak, yang penyerahannya dilakukan di Taman Merdeka Pangkalpinang. Namun pada saat penyerahan buku tabungan tersebut, Juntak ada mengeluarkan kata-kata 'jangan bilang kepada siapapun ya'," kata Budiyono menirukan pernyataan oknum polisi tersebut.

Tak berhenti disitu, setelah meminta buku tabungan, oknum polisi tersebut berusaha untuk mendekati DA hingga datang ke rumah kediamannya.

Baca juga: Masa Lalu 1 Keluarga Tewas di Kalideres Terkuak, Mantan Ketua RT: Karma Sama Orangtua

Baca juga: Jam Tayang Sri Asih 17 November 2022 di Bes Cinema dan Transmart Pangkalpinang XXI

"Sejak diserahkannya buku tabungan Bank BCA tersebut Juntak sering menghubungi dan mendatangi DA ketempat kediaman atau kos DA yang terletak di sekitar belakang Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang," lanjutnya.

Pada saat di kediaman DA, Budiyono menjelaskan bahwa oknum polisi tersebut menyampaikan iming-iming akan membantu meringankan perkara hukum yang sedang menjerat klienya AR, suami DA.

"Dengan iming-iming akan membantu meringankan perkara yang sedang menjerat klien kami AR, dan akan mengembalikan uang yang ada di rekening Bank BCA sebesar Rp 40.000.000. Tetapi ia juga melakukan perbuatan asusila terhadap DA," jelasnya.

Dikatakan Budiyono, AR kini tengah menjalani hukuman setelah divonis dengan pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan di Lembaga Permasyarakatan Narkotika Pangkalpinang

Briptu IA Terancam Sanksi PTDH

Brigadir Satu ( Briptu) IA alias Juntak, penyidik pembantu di Sub Dit Narkoba Polda Bangka Belitung yang dilaporkan atas dugaan kasus penipuan dan asusila, terancam mendapatkan sanksi kode etik polri.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved