Wawancara Ekslusif
Setop Eksploitasi Besar-besaran Demi Masa Depan
Sebenarnya kita sudah ada beberapa kerjasama dengan APH, baik itu kepolisian, kejaksaan dan APH yang lain. Ini sebenarnya kita coba berkonsultasi...
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Ini menarik, karena komoditas ini (timah) sampai sekarang belum ditemukan penggantinya.
Kenapa, karena timah itu mudah sekali berasosiasi dengan logam yang lain. Timah bisa merekat dengan besi, bisa mempererat tembaga, bisa mempererat logam yang lain. Sepertinya, saat ini belum ada yang suhunya rendah, tapi logam. Timah kan meleleh di suhu 300 (derajat Celcius) atau mungkin kurang dari itu jadi tidak merusak perangkat yang lain. Ini jadi kelebihan timah dan dia sifatnya tidak karat.
Kenapa kita optimis, karena kalau dibuat rencana jangka panjang dan cukup. Beda halnya dengan ekplorasi yang secepatcepatnya dan sebanyakbanyaknya habis-habisan, recovery alam juga menjadi masalah.
Ini masalahnya, karena kita mengeksploitasinya berlebihan. Hari ini di Babel kenapa dampak lingkungan lebih besar
terlihat hari ini karena kita mengeksploitasinya secara besar-besaran, berlebihan.
Bagaimana menurut anda untuk menahan masyarakat Babel untuk supaya tidak tergoda untuk mengeksploitasi untuk mengeksploitasi besar-besaran?
Ini menjadi tantangan buat kita semua bagaimana kita mengajak semua pihak, memberikan kesadaran bahwa ini karunia
Tuhan buat kita dan ini harus digunakan untuk modal dasar pembangunan dimana wilayah timah didapat.
Sehingga nilainya bisa menggerakkan roda perekonomian yang lain dalam jangka waktu yang panjang. Kalau mau kita
gerakan hari ini bisa, tapi apakah kita sudah siap untuk the next nya seperti apa, setelah timah kita mau ngapain.
Dari era reformasi sampai sekarang, kalau kita mau jujur, komoditas timah ini masih menjadi andalan Provinsi Bangka
Belitung. Walaupun orang bilang industri, pariwisata, itu betul, tapi roadmap nya mesti di support dan tahapannya mesti kita lalui.
Ini harus melibatkan banyak pihak dan mempunyai roadmap jangka panjang secara nasional pemanfaatan timah. Secara nasional, timah ini memberi kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Kedua, ini harus kita lakukan pemerataan secara berkelanjutan. Tidak bisa kita mengeksploitasi secara besar-besaran. Jadi kita perlu regulasi, arahnya kemana, kita perlu lakukan tahap-tahapannya. Dan kita harus samasama amati, sama-sama monitor, sama-sama lakukan pengawasan yang ketat agar ini bisa memberi nilai yang lebih besar buat
Kepulauan Babel.
Tujuan mensejahterakan masyarakat itu bukan secepat-cepatnya, kita juga perlu berproses. Proses ini harus disusun supaya apa yang dicita-citakan sebagai masyarakat yang sejahtera itu.
Apapun sumber daya alam itu, kalau pemanfaatannya secara bijaksana, mudah-mudahan ini bisa memberi modal dasar untuk mengembangkan sektor yang lain. (Arya Bima Mahendra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240307-Bangka-Pos-Hari-Ini-Kamis-732024.jpg)