Ramadhan 2024
Wujud Sikap dalam Memilih Makanan dan Minuman untuk Berbuka.
konsumsilah makanan atau minuman yang zatnya tidak diharamkan dan cara memperolehnya tidak dengan cara-cara yang haram juga; kedua, baik yaitu ...
Oleh: Dr. Yadi Fajri, M.Pd.I. - Guru Man 1 Pangkalpinang
TIDAK dapat dipungkiri bahwa semangat dan antusiasme umat Islam sangat terasa ketika memasuki awal puasa di bulan Ramadhan pada tiap tahunnya, termasuk tahun ini.
Wujud dari semangat tersebut, tidak sedikit yang meluapkannya dengan berburu ragam jajanan menjelang waktu berbuka yang dijajaki para pedagang di pinggir-pinggir jalan, persimpangan gang, dan depan ruko atau rumah.
Tentu fenomena seperti inilah yang ditunggu dan dirindukan saat memasuki bulan Ramadhan, khususnya masyarakat di wilayah Bangka Belitung.
Dalam menyikapi ragam kudapan buka puasa atau sering disebut takjil, baik dimasak sendiri ataupun dibeli langsung di tempat jajanan, bagaimana sebenarnya tuntunan Islam kepada umatnya terkait hal ini? Bagimana sebaiknya sikap-sikap terpuji umat Islam dalam memilih makanan dan minuman untuk berbuka puasa.
Pertama, berniat untuk beribadah karena Allah dan bukan semata-mata memuaskan hawa nafsu belaka. Hakikatnya, berbuka adalah bagian utama dari puasa itu sendiri. Jika puasa dimaknai sebagai ibadah untuk Allah dan kewajiban yang harus ditunaikan dengan ikhlas, tentu dalam memilih menu berbuka puasa juga atas dasar ridha Allah semata bukan yang lain.
Merujuk kepada dalil perintah berpuasa, sebagaimana surah Al Baqarah ayat 183, secara eksplisit menyebutkan tujuan dari ibadah puasa ialah ketakwaan (menjadi orang-orang yang bertakwa). Berbuka dengan cara-cara yang baik pun termasuk dari proses menuju ketakwaan yang tidak mungkin dapat dicapai dengan dorongan pemenuhan hawa nafsu yang bergejolak.
Kedua, Sederhana dan Tidak Berlebihan. Tibanya waktu berbuka puasa menjadi momen yang ditunggu oleh setiap orang yang berpuasa. Setelah menahan lapar, haus dan hal lain yang membatalkan puasa selama hampir 11-13 jam setiap harinya, tentu membutuhkan mental dan fisik yang kuat.
Oleh sebab itu, bagi sebagian orang yang tidak terbiasa dengan kondisi demikian akan mendorong sikap labil sehingga momen berbuka puasa tak ubahnya sebagai ajang “balas dendam” untuk makan dan minum sepuasnya. Tentu hal demikian, tidak dibenarkan dalam Islam yang lebih mengedepankan sikap “tengah” (Tawasuth) dan bijaksana dalam memutuskan setiap hal.
Sikap berlebihan dalam menyantap makanan dan minuman termasuk saat berbuka puasa, telah Allah Swt. peringatkan dalam surah Al A’raf ayat 31 :
يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ ࣖ
“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”
Dalam tafsir Kemenag dijelaskan bahwa Allah menyeru manusia (anak Adam) untuk tidak makan dan minum dengan berlebihan karena akan mendatangkan penyakit. Salah satu cara yang diajarkan yaitu dengan makan jika sudah merasa lapar, dan kalau sudah makan, janganlah sampai terlalu kenyang.
Begitu juga dengan minuman, minumlah kalau merasa haus dan bila rasa haus hilang, berhentilah minum, walaupun nafsu makan atau minum masih ada. Allah SWT yang telah memberi rezeki kepada siapapun, sangat menyukai orang-orang yang tidak berlebihan. Dengan demikian, engkau akan mendapat kasih sayang-Nya atas kepatuhanmu.
Ketiga, bersikap selektif dalam memilih menu untuk berbuka puasa. Selektif di sini diartikan sebagai sikap yang mempertimbangkan kualitas makanan atau minuman yang disantap, bukan hanya kuantitas atau porsinya saja. Sikap ini menjadi tolok ukur kualitas ibadah seorang muslim.
| Tips Menjaga Kesehatan Agar Tidak Sakit di Akhir Ramadhan Menurut dr. Masagus Hakim |
|
|---|
| Kisah Ali Lukman Marbot Masjid Al-Ikhlas Kompi Senapan B, Kini Dipercaya Jadi Ketua Masjid |
|
|---|
| Mutiara Ramadhan: Memelihara Kontinuitas Kesucian Iman dan Amal Ibadah Pasca Ramadhan |
|
|---|
| Bacaan Doa dan Niat Zakat Fitrah Diri Sendiri dan Keluarga Kerap Dibayar di Penghujung Ramadhan 2024 |
|
|---|
| Cara Hitung Zakat Mal Lengkap Syarat, Hukum, Rukun, Ketentuannya dan Niatnya Arab, Latin dan Artinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240320-Guru-Man-1-Pangkalpinang-Dr-Yadi-Fajri-MPdI.jpg)