Sosok Sri Sultan Hamengkubuwono IX Bapak Pramuka Indonesia, Berikut Profil dan Sejarahnya
Bapak Pramuka Indonesia adalah seorang Sultan dari Yogyakarta, yakni Sri Sultan Hamengkubuwono IX atau pada masa mudanya memiliki nama GRM Dorojatun.
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: fitriadi
Pramuka diambil dari kata Poromuko, yang berarti prajurit yang terdepan dalam suatu peperangan.
Pramuka sendiri melekat pada singkatan “Praja Muda Karana” yang berarti jiwa muda yang suka berkarya.
Sementara itu, Sri Sultan Hamengkubuwono IX pun ditunjuk sebagai Ketua Kwarnas dan Wakil Ketua I Mapinas.
Sebab Ketua Mapinas adalah Presiden RI Soekarno.
Ia menjabat selama 13 tahun atau empat periode berturut, yaitu sejak 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970, dan 1970-1974.
Bahkan ketika bergabung di Pramuka, ia terkenal suka memasak dan sempat memasak nasi goreng di acara jambore dunia ke-13 di Shizuoka, Jepang, Agustus 1971.
Sultan Hamengkubuwono yang juga mantan wakil presiden ini juga suka menggalang dana untuk keberlangsungan Pramuka.
Menyumbang Mobil Pribadi untuk Pramuka
Dilansir dari laman Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem, pada bulan September 1974, sultan menggalang dana dari kalangan pengusaha untuk membantu pendidikan yang dilakukan Pramuka.
Saat itu Sultan juga menyerahkan satu unit mobil sedan Holden Statesman tahun 1974 untuk dilelang dan hasilnya dimasukkan ke panitia.
Awal Mula Hari Bapak Pramuka
Sri Sultan mendapatkan gelar Bapak Pramuka dari Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1988 di Dili.
Beliau juga menerima “Bronze Wolf Award”, sebuah penghargaan tertinggi dan satu-satunya dari World Organization of the Scout Movement (WOSM).
Hingga saat ini, ada empat orang di Indonesia yang menerima penghargaan ini,
yakni Sri Sultan Hamengku Buwono IX (1973); Abdul Aziz Saleh (1978); John Beng Kiat Liem (1982); dan Letjen TNI (Purn) H Mashudi (1985).
| Terungkap Sosok Pemilik Daycare Little Aresha yang Lagi Disorot, Lulusan UGM, Tempuh S2 Ilmu Hukum |
|
|---|
| Sosok Anita Palupy Indahsari, Kepala Sekolah Daycare Jogja yang Disorot, Namanya Masuk 13 Tersangka |
|
|---|
| Fakta Miris Daycare Jogja, Kamar 3x3 Meter Diisi 20 Anak, 53 Anak Jadi Korban, 11 Pengasuh Tersangka |
|
|---|
| DPR Minta Audit Nasional Daycare Usai Kasus Little Aresha Jogja, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan |
|
|---|
| Sahroni Murka Kasus Daycare Little Aresha, Diduga Terlibat Hakim Aktif : Saya Minta DIpecat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240401-Sosok-Sri-Sultan-Hamengkubuwono-IX.jpg)