Bangka Pos Hari Ini
Dampak Pabrik Sawit Aon Bos Timah Tutup, Pengepul Antarkan Sawit Sejauh 108 Km, Antre 2 Hari
Dampak Pabrik Sawit Aon Bos Timah Tutup, Pengepul Antar Sawit Sejauh 108 Km, Antre 2 Hari. Simak kisah mereka
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: fitriadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tutupnya dua pabrik sawit bos timah Tamron alias Aon, CV Mutiara Alam Lestari (CV MAL) dan CV Mutiara Hijau Lestari (MHL) seusai rekeningnya diblokir Kejaksaan Agung berdampak ke para sebagian pengepul dan petani sawit di sekitarnya.
Dampaknya, sebagian pengepul harus mengantarkan sawit hingga ratusan kilometer.
Jika mencari pabrik lain yang dekat, maka pengepul harus antre hingga sehari semalam untuk menunggu giliran sawitnya dibongkar.
Mereka pun harus berhemat mensiasati kondisi yang terjadi saat ini.
"Amang (bapak) baru bangun, lihat mata amang masih merah. Baru pulang dari ngambil sawit, jual sawit jam 3 pagi tadi," kata Wawan warga Desa Pangkalbuluh, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (6/6).
Wawan baru bangun tidur pukul 9 pagi saat ditemui Bangkapos.com kala itu.
Rambutnya masih basah karena baru mandi.
Matanya sembab dan tampak memerah.
Dia baru pulang dari mengantarkan sawit ke pabrik di Desa Kapuk, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka.
Jarak antar kabupaten yang ditempuh Wawan untuk mengantarkan sawit ke pabrik mencapai ratusan kilometer.
Jika berangkat mengantar sawit ke pabrik sore hari, maka tak heran pekerjaan Wawan baru kelar sekira pukul 3.00 WIB dini hari,
Ya, dua bulan terakhir, Wawan harus berkendara ratusan kilometer untuk menjual buah sawit.
Aktivitas itu dilakukannya demi penghasilan Rp300 per kilogram buah sawit yang diantar ke pabrik pengolahan.
"Sekarang keliling, ke Desa Labu, Puding, Kapuk, Tiang Tara. Kita milih di situ karena harga jualnya masih bagus. Tapi jaraknya tadi, memang jauh ya, 3 jam lah biasanya kalau aku ngantar ke sana," sebut Wawan.
Berdasarkan data Google Maps, jarak tempuh dari Desa Pangkalbuluh ke Desa Kapuk mencapai 108,1 Km.
1 Jam Gubernur Bertemu Udin-Dessy, Hasil Sementara Bikin Prof Udin Semringah |
![]() |
---|
Duel Maut di Simpang 3 Telkom Parittiga, Satu Pemuda Tewas, Berawal dari Cekcok saat Nongkrong |
![]() |
---|
58.181 Warga Bangka Selatan Akan Terima Manfaat MBG, Mulai dari Pelajar, Balita hingga Ibu Hamil |
![]() |
---|
Tangis Tiga Anak Prof Udin Pecah, Istri Saparudin Ungkap Hasil 12 Tahun Perjuangan |
![]() |
---|
Buruh Harian Sempat Lempar Sabu ke Dalam Toko saat Hendak Ditangkap Polisi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.