Bangka Pos Hari Ini

Dampak Pabrik Sawit Aon Bos Timah Tutup, Pengepul Antarkan Sawit Sejauh 108 Km, Antre 2 Hari

Dampak Pabrik Sawit Aon Bos Timah Tutup, Pengepul Antar Sawit Sejauh 108 Km,  Antre 2 Hari. Simak kisah mereka

Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Sepri Sumartono
Ilustrasi - Koordinator Aksi Kelompok Petani Sawit Bangka Selatan dan Bangka Tengah, Ruben Alfarobi saat orasi di Halaman Depan Kejati Babel- Dampak Pabrik Sawit Aon Bos Timah Tutup, Pengepul Antarkan Sawit Sejauh 108 Km,  Antre 2 Hari 

Begitupula jika Wawan berkendara ke Desa Tiang Tara yang jaraknya lebih jauh yaitu 112 Km.

Paling dekat, Wawan berkendara ke Desa Puding yang jaraknya kurang dari 90 Km.

Sedangkan ke Desa Labu, dia harus sedikit lebih jauh sekitar 1 Km dari Desa Puding.

Aktivitas itu dilakukan Wawan setelah CV Mutiara Hijau Lestari (MHL) berhenti beroperasi.

Pabrik pengolahan sawit yang tidak jauh dari Desa Pangkalbuluh itu tutup setelah rekening perusahaan diblokir penyidik Kejaksaan Agung.

Pemblokiran rekekning dilakukan karena diduga terkait kasus yang menjerat pemilik CV MHL, yaitu Thamron alias Aon.

Seperti diberitakan, Thamron alias Aon ditetapkan dan ditahan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk periode 2015-2022. Selain CV MHL, penyidik Kejagung juga memblokir rekening CV Mutiara Alam Lestari (MAL) yang juga milik Aon.

Wawan mengaku tak lagi menjual sawit ke CV MHL mulai sekitar dua bulan yang lalu.

Begitu pula dengan rekan-rekan pengepul sawit di Desa Pangkalbuluh. Padahal bagi mereka, menjual ke CV MHL bukan sekadar permasalahan jarak yang tentunya lebih dekat dari Desa Pangkalbuluh.

"Terakhir itu waktu CV MHL masih buka, harganya masih cukup tinggi, Rp2.500 per kilo kalau aku tidak salah," kata Wawan.

Sementara untuk beberapa perusahaan yang dikunjungi Wawan pada saat ini, harga buah sawit lebih rendah dibanding CV MHL.

"Kalau di Kapuk harganya Rp2.360 ribu per kilonya. Di Tiang Tara Rp2.370 ribu per kilo. PT GPL yang mahal, Rp2.400 per kilonya, cuma itu di Mapur, makin jauh lagi tempatnya," ujarnya.

Untuk perusahaan sawit yang ada di Bangka Selatan, Wawan menyebut harga buah sawit lebih rendah lagi.

Misalnya di PT SBS, Wawan mengatakan harga buah sawit Rp2.180. Lalu di PT MSM Rp2.200, dan PT SNS Rp2.250.

Wawan mengaku secara pendapatan dia merasa cukup terbantu dari hasil kerjanya sebagai pengepul buah sawit.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved