Mengakui Keberhasilan

Agama Islam yang dianut bersama seumur hidup ini mengajarkan agar kita senantiasa jujur, terbuka, dan mengapresiasi kebaikan-kebaikan

Istimewa/ IAIN SAS Babel
Wakil Rektor II IAIN SAS Babel Dr.H.Masmuni Mahatma,M.Ag 

Oleh Dr. H. Masmuni Mahatma, S. Fil.I., M. Ag., (Wakil Rektor II IAIN SAS Babel)

AGAMA Islam yang dianut bersama seumur hidup ini mengajarkan agar kita senantiasa jujur, terbuka, dan mengapresiasi kebaikan-kebaikan yang diinisiasi (diikhtiari) setiap makhluk Allah SWT.

Lebih-lebih yang berkaitan dengan peribadahan seperti pelaksanaan ritualitas haji yang baru-baru ini berlangsung. Sebab ibadah haji merupakan tahapan begitu sakral demi pemompaan dan pengolahan integrasi, internalisasi, dan transformasi sosio-keberagamaan sebagai hambaNya di muka bumi.  

Bahkan dalam perspektif sebagian filosof Muslim, ibadah haji adalah jalur kunci dari dan untuk penyaringan sekaligus pematangan religiusitas, spiritualitas, dan moralitas kehambaan maupun kekhalifahan.

Ia bukan sekadar ibadah berdimensi vertikalitas, melainkan jelas terkait dengan kelangsungan relasi praksis horizontalitas berbasis kesemestaan.

(Mungkin) lantaran semangat esensial itu jua pelaksanaan ibadah haji diposisikan sebagai ibadah istimewa di hadapan Allah SWT. Ibadah yang hanya diwajibkan satu kali bagi mereka yang tergolong mampu lahir dan batin.

Lebih jauh dari itu, Islam juga mengajarkan bahwa siapa saja yang terlibat dalam prosesi kelancaran pelaksanaan haji, meskipun sebatas doa, atau menghadiri upara keberangkatan atau kepulangan mereka yang berhaji, pahala dari Allah SWT cukup tersedia bagi mereka.

Beberapa ahli pun ikut menegaskan bahwa pahala yang dijanjikan Allah, memiliki taraf yang sama dengan pahala yang melakukan ibadah haji itu sendiri.

Tak berlebihan bila sesama Muslim di hampir seluruh wilayah Indonesia, selalu “saling membekali” ketika ada yang hendak berangkat melaksanakan ibadah haji.

Menguatkan Kepercayaan

Sejak Gus Yaqut diamanahi Menteri Agama RI oleh Presiden Jokowi, pelaksanaan ibadah haji bagi umat Islam Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami inovasi, kreasi, pertumbuhan, peningkatan, dan terobosan-terobosan cukup membanggakan.

Pelbagai hal itu diakui, disyukuri, dan diapresiasi oleh sebagian besar umat atau jamaah haji bangsa ini.

Dalam bahasa yang lain, Gus Yaqut bersama Tim Kerja dan Petugas-Petugas pilihannya kian menyuguhkan pola kerja konstruktif-produktif. Sehingga membuka wawasan dan menguatkan kepercayaan pemerintah Arab Saudi.

Secara kuantitatif, misalnya, tahun 2022 kuota jamaah haji yang berjumlah 100.051, mengalami peningkatan di tahun 2023 menjadi 229.000, dan tahun 2024 sebanyak 241.000.

Terlihat jelas kenaikan dengan jumlah signifikan, adalah pertumbuhan dan peningkatan yang patut diapresiasi. Setidaknya bisa memangkas jarak (waktu) antrian keberangkatan jamaah haji yang sudah sekian lama terdaftar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved