Manusia Pramuka
Kemah Pramuka Madrasah Nasional (KPMN) tahun 2024 memiliki beberapa sentuhan yang patut diselami dan diapresiasi
Diantara nilai-nilai luhur (ke)Pramuka(an) adalah melatih tumbuh suburnya cahaya kepekaan solidaritas, kesederhanaan, kemandirian, keuletan, penghidmatan atau pengabdian yang optimal, ketercerahan pemikiran dan ketangguhan sikap.
Dalam perspektif yang lebih lancip, semua itu merupakan wujud dari kematangan dan pendewasaan diri berkehidupan.
Anak Pramuka, kata sebagian aktifisnya, adalah sosok atau pribadi yang ulet, tekun, tidak kenal lelah, tak gampang menyerah, kreatif, inovatif, produktif, dan terus menerus mencari serta melahirkan solusi agar mampu mengada mengarungi dinamika sosial.
Bahkan guyonan di kalangan aktifis Pramuka, “menjadi anak Pramuka tidak boleh berkeluh. Disimpan di hutan pun pasti bisa bertumbuh dan mengelola kehidupan sedemikian bertuah.”
Kebaktian sosok-sosok yang ditempa melalui kegiatan (ke)Pramuka(an), adalah kebaktian yang dilandasi spirit kekompakan dan karakter loyalitas serta kesetiaan. Meminjam ajaran Hindu dan Budha, inilah darma atau derma bakti untuk penjernihan dan kualitas diri sebagai makhluk.
Sehingga memahami esensi dan urgensi hidup berkolaborasi dengan sesama dan demi kebaikan bersama. Ini tipologi pribadi berkarakter luhur tapi tiada henti melebarkan kerja-kerja kebaktian untuk kebajikan dan keharmonisan semesta.
Dalam istilah lain, siapa saja yang dibesarkan dari segarnya nilai-nilai (ke)Pramuka(an), maka pelan tapi pasti akan menjadi diri yang siaga untuk “keterpanduan” dengan dan atasnama kekhalifahan di muka bumi. Ini prestasi sekaligus prestise yang patut diapresiasi dan diinternalisasi.
Nilai-nilai dimaksud, disadari atau tidak sejatinya sejalan dengan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Artinya, siswa-siswi yang dibesarkan melalui pendidikan (ke)Pramuka(an), sejatinya memang telah bersungguh-sungguh memompa diri sebagai hamba dan bagian elemen bangsa lahir maupun batin.
Mereka harus religius, spiritualis, dan Pancasilais. Senantiasa sigap dan siaga untuk menjadi diri yang peka dan komitmen menolong sesama dan mendesai mentalitas membangun masyarakat berkeadaban.
Mereka tidak saja patriotik, tetapi seyogianya progresif-empatik. Bukan saja nasionalistik, namun mesti beriman secara etik-transformatif. Bahkan mereka ditakdirkan untuk menghibahkan diri demi produktifitas personal sekaligus komunal dalam konteks kemanusiaan universal.
Pramuka Madrasah
Sebagaimana dimafhumi selama ini madrasah menjadi tempat generasi Islam (muslim) untuk dididik dan dikuatkan dari aspek keimanan, keilmuan, akhlak, serta misi kekhalifahan. Atasnama spirit luhur itu madrasah terus dikembangkan secara tata kependidikan dan pengelolaan kelembagaan.
Disadari atau tidak, ternyata madrasah melaju kompetitif-progresif. Eksistensinya terus sejajar dengan lembaga pendidikan lain yang ada di hamparan bangsa ini. Panggung-panggung nasional dan internasional pun semakin sering dihiasi oleh madrasah.
Termasuk KPMN di atas, merupakan salah satu bukti keterlibatan aktif dan kontributif madrasah dengan warna maupun polanya yang unik. Dari ruang dan anugerah ini madrasah kian menjadi harapan masa depan pendidikan bangsa Indonesia dan dunia.
Kembalinya Pramuka hidup, tumbuh, berkembang, dan menyala di lingkungan madrasah, layak diapresiasi. Perkemahan kepramukaan siswa-siswi berbasis spirit, orientasi, dan nilai-nilai madrasah digalakkan dengan modal dan model tersendiri.
| 2.505 Honorer Sumbawa Terancam Menganggur Januari 2026, Bangka Belitung Alami Nasib Serupa? |
|
|---|
| Tunggak Pajak Rp1,5 Miliar, Direksi Baru PT B3S Berharap Mulai dari Nol |
|
|---|
| Sepi dan Tertutup, Kampus Azzahra Jadi Sorotan di Tengah Kasus Dugaan Ijazah Palsu Hellyana |
|
|---|
| Gubernur Babel Pimpin Rakor Tata Kelola Timah, Tegaskan Penataan Berpihak pada Rakyat |
|
|---|
| Direktur Utama PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera Beberkan Target Kerja untuk Tingkatkan PAD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240804_Masmuni-Mahatma.jpg)