Kisah Pahit Soesalit Djojoadhiningrat Anak RA Kartini Satu-satunya, Keturunannya Kini Ngojek
Soesalit Djojoadhiningrat sebagai anak RA Kartini satu-satunya punya kisah pahit yang tak banyak diketahui orang.
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Pada 1919, ia lulus dari ELS dan melanjutkan ke Hogere Burger School (HBS) di Semarang, kemudian masuk Rechtshoogeschool (RHS) di Batavia—sekolah tinggi hukum bergengsi pada masa kolonial.
Namun, Soesalit hanya menempuh pendidikan hukum selama setahun.
Ia kemudian bekerja sebagai pegawai pamong praja kolonial.
Karier
Soesalit mengambil arah yang mengejutkan ketika Abdulkarnen menawarinya posisi di Politieke Inlichtingen Dienst (PID), yakni polisi rahasia Hindia Belanda.
Tugasnya adalah memata-matai kaum pergerakan nasional dan mengantisipasi spionase asing, termasuk dari Jepang.
Pekerjaan ini membuat batin Soesalit terbelah—di satu sisi ia bekerja untuk pemerintahan kolonial, tapi di sisi lain ia paham bahwa tugasnya justru mengkhianati bangsanya sendiri.
Situasi berubah saat Jepang menguasai Indonesia.
Soesalit meninggalkan PID dan bergabung dengan PETA (Pembela Tanah Air), tentara sukarela bentukan Jepang.
Setelah proklamasi kemerdekaan, Soesalit aktif dalam perjuangan fisik.
Ia pernah menjadi Panglima Divisi III Diponegoro dan bergerilya di Gunung Sumbing saat Agresi Militer Belanda II.
Namun, karier militernya tidak berjalan mulus.
Soesalit yang sempat berpangkat Mayor Jenderal, diturunkan pangkatnya menjadi Kolonel, hingga kemudian dipindahkan ke Kementerian Perhubungan.
Puncak penderitaan Soesalit terjadi pada peristiwa Pemberontakan PKI Madiun 1948.
Dalam sebuah dokumen yang disita pemerintah, namanya tercantum sebagai "orang yang diharapkan" oleh kelompok pemberontak.
| Sosok RA Kartini Pahlawan Emansipasi Wanita, Begini Sejarah Hari Kartini 21 April |
|
|---|
| Refleksi Hari Kartini: Menjadi Perempuan Strong |
|
|---|
| Jadi Kutu Buku? Siapa Takut! |
|
|---|
| RA Kartini dan Pendidikan Wanita Indonesia |
|
|---|
| Kisah RA Kartini Usul Bikin Tafsir Al Quran pada KH Sholeh Darat Semarang, Pertama di Asia Tenggara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250421-Soesalit-Djojoadhiningrat-sebagai-anak-RA-Kartini-satu-satunya.jpg)