Kisah Pahit Soesalit Djojoadhiningrat Anak RA Kartini Satu-satunya, Keturunannya Kini Ngojek
Soesalit Djojoadhiningrat sebagai anak RA Kartini satu-satunya punya kisah pahit yang tak banyak diketahui orang.
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Pada September 1948, terjadi peristiwa Pemberontakan PKI di Madiun yang menyeret namanya.
Peristiwa tersebut merupakan pemberontakan oleh kelompok komunis, di mana tentara yang dianggap memiliki kecenderungan kiri di Jawa Tengah dan Jawa Timur berhasil menguasai Kota Madiun dan sekitarnya.
Soesalit, yang memiliki hubungan dekat dengan beberapa tokoh-tokoh dan laskar-laskar kiri, dituduh terlibat dalam pemberontakan ini.
Meski keterlibatannya dalam Peristiwa Madiun tidak pernah dibuktikan dan tidak melalui proses peradilan, ia dijadikan sebagai tahanan rumah.
Soesalit kemudian dibebaskan oleh Presiden Soekarno, dan setelah peristiwa itu, ia tidak lagi menjabat panglima.
Ia dipindahtugaskan menjadi perwira staf Angkatan Darat di Kementerian Pertahanan.
Pada 1950, Soesalit menjadi Kepala Penerbangan Sipil, dan di masa Kabinet Ali Sastroamodjojo I (1953-1955), ia ditunjuk sebagai Penasihat Menteri Pertahanan Iwa Kusumasumantri dengan pangkat kolonel.
Soesalit mengabdi sebagai pejabat sipil dengan pangkat militer tanpa bintang.
Namanya nyaris tak terdengar lagi di kalangan publik.
Soesalit Djojoadhiningrat wafat pada 17 Maret 1979 di Rumah Sakit Angkatan Perang (RSAP).
Semasa hidup, Soesalit menikah dengan Siti Loewijah dan dikaruniai seorang putra bernama Boedi Setyo Soesalit.
Boedi Soesalit menikah dengan Sri Bidjatini dan memiliki lima anak yang dinamai Kartini, Kartono, Rukmini, Samimum, dan Rachmat.
Namun, sepeninggal Boedi Soesalit, keturunan Kartini hidup dalam keprihatinan.
"Hanya yang pertama yang lumayan, sedangkan Kartono mengojek, demikian pula Samimun juga jadi tukang ojek. Sementara Rukmini telah ditinggal suaminya yang bunuh diri akibat terlilit ekonomi, dan Racmat yang menderita autis sudah meninggal," ungkap Bupati Jepara Ahmad Marzuki saat memberi sambutan pada Resepsi Peringatan Hari Kartini ke-39 Tahun 2018 di Pendapa Kabupaten Jepara, dikutip Kompas.com dari situs resmi Pemprov Jateng, Sabtu (20/4/2024).
Salah satu pesan terakhir yang Soesalit tinggalkan untuk keturunannya adalah agar tidak membanggakan statusnya sebagai anak RA Kartini.
Ia berharap mereka hidup dengan rendah hati dan tidak menjadikan garis keturunan sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi dari orang lain. (*)
SUMBER: KOMPAS.com.
| Sosok RA Kartini Pahlawan Emansipasi Wanita, Begini Sejarah Hari Kartini 21 April |
|
|---|
| Refleksi Hari Kartini: Menjadi Perempuan Strong |
|
|---|
| Jadi Kutu Buku? Siapa Takut! |
|
|---|
| RA Kartini dan Pendidikan Wanita Indonesia |
|
|---|
| Kisah RA Kartini Usul Bikin Tafsir Al Quran pada KH Sholeh Darat Semarang, Pertama di Asia Tenggara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250421-Soesalit-Djojoadhiningrat-sebagai-anak-RA-Kartini-satu-satunya.jpg)