Terungkap, Begini Modus Canggih Penyelundupan Timah dari Belitung ke Batam
Penyelundupan pasir timah ilegal dari Bangka Belitung akan diselundupkan ke Batam, Kepulauan Riau, menggunakan metode transit di tengah laut.
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Tim penyidik mengungkap bahwa pelaku, seorang pria berinisial F (23), bertugas sebagai pengumpul dan pengatur teknis di lapangan.
Ia membeli pasir timah dari beberapa “meja goyang” dan perorangan di Belitung Timur dengan harga Rp190 ribu/kg secara tunai.
Setelah terkumpul, pasir timah dikemas dalam karung dan diangkut menggunakan kapal kayu bermuatan 6 gross ton (GT) dari Pantai Sengkelik, Desa Sijuk. Kapal ini hanya bertugas mengantar barang ke tengah laut, tempat sebuah speedboat sudah menunggu untuk membawa muatan ke Batam.
“Mereka menghindari jalur resmi dengan transit di laut terbuka. Ini jelas menunjukkan adanya koordinasi dan perencanaan matang dari pemodal,” tambah Iqbal.
Jejak Pemodal Masih Diburu
Meskipun baru satu pelaku diamankan, polisi menduga kuat bahwa F hanyalah operator lapangan.
Pemodal yang mengatur seluruh proses penyelundupan masih dalam pengejaran.
Menariknya, tersangka bukan penduduk lokal, melainkan pria kelahiran Pontianak dengan alamat di Langkat, Sumatera Utara.
Fakta ini memperkuat dugaan bahwa jaringan penyelundupan ini lintas daerah dan lintas peran.
“Yang mengatur semuanya dari luar kota. Tersangka baru pertama kali terlibat dan tidak ada warga lokal yang terlibat dalam teknis,” jelas Iqbal.
Ancaman Serius untuk Sumber Daya Bangka Belitung
Kasus ini kembali menyoroti betapa rawannya kekayaan sumber daya alam di Bangka Belitung dari eksploitasi ilegal.
Timah, sebagai komoditas strategis, telah lama menjadi incaran sindikat yang beroperasi secara sembunyi-sembunyi namun terorganisir.
Kepolisian menyebut akan memperluas penyelidikan, termasuk menelusuri jalur distribusi hingga penerima akhir pasir timah di Batam.
“Kami tidak ingin hanya berhenti di pelaku lapangan. Ini akan kami bongkar sampai ke jaringan atasnya,” tegas AKBP Sarwo Edi Wibowo, Kapolres Belitung.
Tantangan Pengawasan Laut
Dengan luasnya wilayah perairan antara Bangka Belitung dan Kepulauan Riau, penyelundupan melalui laut menjadi tantangan serius bagi aparat.
Metode "ship-to-ship transfer" atau pemindahan barang di tengah laut kini menjadi pola baru yang harus diwaspadai.
Polda Babel mengimbau masyarakat ikut berperan melaporkan aktivitas mencurigakan, terutama di wilayah pesisir.
Selain pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka, polisi juga akan menelusuri aliran dana dan komunikasi digital yang digunakan dalam pengiriman ilegal ini.
Hal ini penting untuk membuka jaringan luas yang mungkin melibatkan pihak lain di Batam atau luar negeri.
(Bangkapos.com)
| PT Timah Perkuat Dukungan untuk Pendidikan, Pelepasan Siswa SMAN 1 Mentok Berlangsung Meriah |
|
|---|
| Gubernur Hidayat Arsani Sambut Kajati Baru, Kolaborasi Strategis Sinergi Hukum dan Pembangunan |
|
|---|
| Harga BBM Non Subsidi Naik Lagi, Pertamina Klaim Tetap Pertimbangkan Kondisi Masyarakat |
|
|---|
| Maraton Intelektual Dibalik Layar Laptop, Kisah Mahasiswa Unmuh Babel Menjemput Emas |
|
|---|
| Menteri Haji dan Umrah RI Lepas Kloter 9, Jemaah Bangka Belitung Terakhir Berangkat dari Palembang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Penyelundupan-5-Ton-timah-di-Belitung-Digagalkan-polisi.jpg)