Rabu, 20 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Tak Sekadar Pendukung, Putri Sulung Molen Jadi Energi Politik Sang Ayah

Ada sosok perempuan muda yang selalu setia mendampingi calon wali kota Maulan Aklil atau akrab disapa Molen saat Debat kedua Pilkada Pangkalpinang.

Tayang:
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: M Ismunadi
Dokumentasi
DUKUNGAN UNTUK AYAH - Immo (paling kiri) saat mendampingi sang ayah, Maulan Aklil (Molen) dalam kegiatan debat Pilkada baru-baru ini. Dia ingin terus menyemangati sang ayah dalam setiap momen Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Di tengah riuh sorak pendukung dan panasnya panggung politik Pilkada Ulang 2025 Kota Pangkalpinang di acara debat kedua, ada sosok perempuan muda yang selalu setia mendampingi calon wali kota Maulan Aklil atau akrab disapa Molen.

Ia adalah Immoto Qoonita, putri pertama Molen, yang akrab dipanggil Immo.

Sejak debat publik perdana hingga debat terakhir, Immo selalu hadir di sisi ayahnya.

Kehadirannya bukan sekadar formalitas. Ia kerap terlihat aktif membantu sang ayah, mulai dari memegang telepon genggam dan kacamata hingga mengatur barisan pendukung di arena debat.

Berbalut kemeja putih dan celana krem—warna khas pasangan Molen–Zeki—Immo tak ragu menyatu dengan para simpatisan.

Ia ikut bernyanyi yel-yel, memberikan tepuk tangan setiap kali Molen menjawab pertanyaan moderator, bahkan mengarahkan pendukung agar tetap kompak memberi semangat.

Momen penuh kehangatan tampak usai debat. Immo mengacungkan dua jempol, memeluk sang ayah, lalu disambut tepukan lembut Molen di bahunya.

Sebuah pemandangan sederhana, tapi menunjukkan kedekatan ayah-anak yang menjadi energi baru bagi Molen di tengah pertarungan politik.

“Kebetulan saya lagi libur kuliah, jadi bisa temani papa selama masa kampanye Pilkada ulang 2025 ini,” tutur Immo usai acara debat kedua Pilkada Pangkalpinang 2025, Selasa (19/2025).

Sebagai anak sulung, ia merasa punya tanggung jawab moral mendampingi.

Meski kedua adiknya kini menempuh pendidikan di luar daerah, Immo tak ingin ayahnya berjuang sendirian.

“Sebetulnya seluruh keluarga mendukung. Adik-adik juga selalu mendoakan, hanya saja mereka belum bisa hadir langsung. Jadi Immo yang ada di sini untuk papa,” ucapnya.

Immo menegaskan, pengalamannya bersama sang ayah bukan sekadar soal politik.

Ia justru banyak belajar dari Molen, terutama setelah kekalahan di Pilkada serentak 2024 lalu.

“Kalau menurut Immo, setelah kekalahan kemarin papa jadi lebih bijaksana. Papa lebih tenang, kelihatan sekali ikhlas. Dari situ Immo banyak belajar,” ujarnya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved