Selasa, 28 April 2026

Mahalnya Daging Lebaran di Babel

Abdurrohman Siapkan 500 Kg Daging Segar di Pasar Manggar

Meski daging beku tengah trend, Abdurrohman tetap mempertahankan usahanya menjual daging sapi segar yang didatangkan dari pemasok ternak.

Editor: Fitriadi
Bangkapos.com/ Kautsar Fakhri Nugraha
PEDAGANG DAGING - Abdurrohman (30), pedagang daging sapi segar di Pasar Manggar, Belitung Timur, Selasa (10/3/2026). Di tengah gempuran daging beku impor yang kabarnya akan membanjiri Beltim dengan harga lebih murah, Abdurrohman tetap optimis mengandalkan kualitas daging sapi segar untuk memenuhi kebutuhan pelanggan setianya menjelang Idul Fitri 1447 H. 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Aroma khas daging sapi yang baru dipotong menyebar di antara lorong Pasar Manggar Kabupaten Belitung Timur Selasa (10/3/2026).

Suara tawar-menawar mulai terdengar dari sejumlah lapak yang didatangi pembeli sejak pagi hari.

Di salah satu sudut pasar, Abdurrohman (30) berdiri di balik meja beton tempat ia menjajakan daging sapi segar.

Potongan daging berwarna merah cerah yang tergantung di hadapannya menandakan daging tersebut baru saja dipotong.

Tidak tampak kotak pendingin atau tumpukan es di lapaknya. Abdurrohman memang memilih tidak menjual daging beku.

Baca juga: Warga Beltim Nyetok Daging Beku saat Harga Melambung Jelang Lebaran

“Daging segar ada. Kita memang fokusnya di daging sapi segar,” ujarnya.

Menurut Abdurrohman, distribusi daging beku di Belitung Timur belakangan semakin ramai. 

Bahkan, kata dia, jumlah peminatnya kini hampir seimbang dengan pembeli daging segar di pasar.

Meski demikian, ia tetap mempertahankan usahanya menjual daging sapi segar yang didatangkan dari pemasok ternak.

“Kalau sapi hidupnya kita tunggu dari supplier, ada dari Tanjung. Itu yang kita potong dan jual segar di sini,” katanya.

Ia tidak menampik bahwa keberadaan daging beku turut memengaruhi penjualan daging segar di
pasar.

Namun menurutnya kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari pilihan ekonomi masyarakat.
 
Saat ini Abdurrohman menjual daging sapi segar dengan harga sekitar Rp165 ribu hingga Rp170
ribu per kilogram.

Harga tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan daging beku yang dijual sekitar Rp120 ribu per kilogram.

“Kalau disebut berdampak, ya berdampak terutama untuk pembeli kelas menengah ke bawah. Karena daging beku itu bisa menekan harga, jadi ada pilihan yang lebih ekonomis,” ujarnya.

Meski begitu, ia yakin daging segar tetap memiliki pasar tersendiri.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved