Dampak Kenaikan Harga BBM di Babel
Bio Solar Babel Dibatasi Ketat, Kendaraan Diesel Plat Luar Harus Isi Dexlite
Kenaikan Dexlite membuat pemilik mobil kendaraan diesel berpelat luar daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung semakin menjerit
Kenaikan biaya tersebut, lanjutnya, berpotensi memicu efek berantai dalam rantai pasok sawit. Tekanan dari perusahaan dapat berujung pada penurunan harga beli di tingkat pengepul, yang kemudian berdampak ke petani.
“Kalau biaya kami naik, perusahaan bisa tekan harga ke kami. Kami juga terpaksa menekan harga ke petani. Akhirnya petani yang paling dirugikan,” jelasnya.
Ia menggambarkan kondisi saat ini sebagai situasi sulit yang datang bertubi-tubi.
“Sudah jatuh tertimpa tangga. Kerjaan ini kelihatannya enak, tapi risikonya besar. Sekarang benar-benar terasa tercekik,” katanya.
Codet berharap pemerintah dapat meninjau kembali kebijakan harga BBM agar lebih memper timbangkan kondisi pelaku usaha kecil di lapangan.
“Harapan kami harga bisa dinormalkan. Kalau naik sedikit masih bisa dimaklumi, tapi jangan setinggi ini. Sesuaikan dengan kondisi kami,” ujarnya. (t2)
8 Ton Habis dalam 3,5 Jam
Aktivitas di SPBU 24.331.69 Selindung Baru, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, Senin (20/4) pagi, berlangsung padat sejak pukul 05.00 WIB. Antrean kendaraan, terutama truk dan mobil diesel, sudah mengular bahkan sebelum operasional dimulai.
Suara peluit petugas marshal terdengar bersahut-sahutan mengatur arus kendaraan yang terus berdatangan. Satu per satu kendaraan bergerak perlahan menuju nosel bertuliskan “Solar”, lalu keluar setelah pengisian selesai.
Aktivitas berlangsung tanpa jeda. Pengawas lapangan SPBU, Taufan, mengatakan antrean mulai terbentuk sejak pukul 05.00 WIB. Ia menyebut, stok Bio Solar yang tersedia setiap hari relatif terbatas dan cepat habis.
“Mulai SPBU buka sampai sekitar jam 10 pagi, BBM jenis solar biasanya sudah habis. Stoknya memang terbatas, itu sudah ketetapan dari pemerintah sejak dulu,” ujarnya.
Dalam kurun waktu sekitar 3,5 jam, sebanyak 8.000 liter atau 8 ton solar subsidi habis tersalurkan.
Untuk menjaga ketertiban, pihak SPBU menurunkan petugas marshal guna mengatur antrean agar tidak mengganggu lalu lintas di jalan utama.
“Kami tugaskan marshal supaya antrean tetap tertib dan tidak saling serobot, apalagi ini berada di jalur
ramai,” kata Taufan.
Ia menjelaskan, sistem antre sejak pagi merupakan bagian dari mekanisme distribusi yang sudah berjalan lama. Selain itu, pembatasan pengisian juga diberlakukan sesuai aturan.
“Untuk kendaraan besar maksimal 60 liter per kartu, kendaraan kecil sekitar 30 liter. Sekitar 70 persen yang mengisi itu truk dan kendaraan besar,” jelasnya.
| 8 Ton Solar Habis dalam 3,5 Jam di SPBU Selindung Baru, Sopir Batal Isi Dexlite |
|
|---|
| Bio Solar Bangka Belitung Diawasi Ketat, Mobil Plat Luar Harus Isi Dexlite |
|
|---|
| Antrean Pertamax Dex dan Dexlite di Beberapa SPBU Babel Lengang, Jalur BBM Subsidi Ramai |
|
|---|
| Pengepul Sawit di Babel Tercekik BBM, Codet Minta Sopir Truk Balik Kanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260421-Bangka-Pos-21-April-2026.jpg)