Senin, 8 Juni 2026

Wabah Malaria di Pesisir Bangka

Bangka Perpanjang Status KLB Malaria

Lonjakan kasus malaria di Kecamatan Belinyu membuat Pemerintah Kabupaten Bangka memperpanjang status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Istimewa/ Satpol PP Bangka
CEK KESEHATAN -- Timgab Dinkes dan Satpol PP Kabupaten Bangka saat mendatangi kawasan Pantai Batu Atap dan Pantai Bubus Kecamatan Belinyu untuk dilakukan cek kesehatan setelah ditemukan kejadian luar biasa (KLB) malaria, Rabu (3/6/2026). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Lonjakan kasus malaria di Kecamatan Belinyu membuat Pemerintah Kabupaten Bangka memperpanjang status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria.

Keputusan itu diambil setelah hasil pemeriksaan lanjutan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka menemukan penambahan kasus yang cukup signifikan di kawasan Pantai Batu Atap dan Pantai Bubus.

Dua lokasi tersebut kini menjadi fokus utama penanganan sekaligus pengawasan karena menjadi episentrum penyebaran malaria.

Baca juga: Warga Takut Keluar Rumah, Wabah Malaria Hantui Pesisir Belinyu

Pemerintah daerah terus melakukan skrining terhadap warga dan penambang pasir timah yang beraktivitas di kawasan tersebut guna mempercepat deteksi dan penanganan kasus.

MALARIA -- Suasana tempat tinggal warga di Pantai Batu Atap Kelurahan Remodong Indah, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Selasa (2/6/2026)
MALARIA -- Suasana tempat tinggal warga di Pantai Batu Atap Kelurahan Remodong Indah, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Selasa (2/6/2026) (Bangkapos.com/Adi Saputra)

“Mengingat adanya penambahan pasien secara signifikan, kami memutuskan untuk memperpanjang masa penetapan KLB malaria ini,” kata Bupati Bangka, Fery Insani, Jumat (5/6/2026).

Baca juga: Kolong Bekas Tambang Bagian dari Ekosistem Malaria

Berdasarkan data terbaru, jumlah warga yang terkonfirmasi malaria mencapai 107 orang.

Sebagian pasien telah dinyatakan sembuh, sementara lainnya masih menjalani perawatan dan pemantauan medis.

“Iya, sampai saat ini 107 orang terkena malaria. Itu pun sudah ada yang sembuh atau masih menjalani perawatan medis setelah dicek positif malaria,” ujarnya.

Posko Pengawasan

CEK KESEHATAN - Tim gabungan Dinkes dan Satpol PP Kabupaten Bangka saat melakukan pengecekan kesehatan terhadap warga yang bermukim di pesisir Pantai Batu Atap dan Pantai Bubus, Kecamatan Belinyu, Rabu (3/6/2026). Pengecekan ini terkait merebaknya kasus malaria di wilayah setempat.
CEK KESEHATAN - Tim gabungan Dinkes dan Satpol PP Kabupaten Bangka saat melakukan pengecekan kesehatan terhadap warga yang bermukim di pesisir Pantai Batu Atap dan Pantai Bubus, Kecamatan Belinyu, Rabu (3/6/2026). Pengecekan ini terkait merebaknya kasus malaria di wilayah setempat. (Istimewa/ Satpol PP Bangka)

Untuk mengendalikan penyebaran penyakit, Pemkab Bangka tetap mengoperasikan posko kesehatan dan pengawasan di kawasan terdampak.

Posko tersebut berfungsi mempercepat pemeriksaan kesehatan, skrining dini, serta pemantauan perkembangan kasus di lapangan.

Pengawasan mobilitas penduduk juga diperketat guna mencegah penyebaran malaria ke wilayah lain.

Pemeriksaan dilakukan di jalur keluar-masuk kawasan rawan, terutama di sekitar Pantai Batu Atap dan Pantai Bubus.

“Kami memperketat pemeriksaan di jalur keluar-masuk kawasan rawan, khususnya di wilayah Batu Atap dan Pantai Bubus. Pengawasan intensif akan diberlakukan bagi setiap warga maupun pendatang yang melintasi kedua titik tersebut,” tegas Fery.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memutus rantai penularan sekaligus mencegah munculnya kasus baru di luar Kecamatan Belinyu

Pemerintah berharap deteksi dini dapat berjalan lebih cepat sehingga penanganan pasien menjadi lebih efektif.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved