Selasa, 9 Juni 2026

Wabah Malaria di Pesisir Bangka

Bangka Perpanjang Status KLB Malaria

Lonjakan kasus malaria di Kecamatan Belinyu membuat Pemerintah Kabupaten Bangka memperpanjang status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Istimewa/ Satpol PP Bangka
CEK KESEHATAN -- Timgab Dinkes dan Satpol PP Kabupaten Bangka saat mendatangi kawasan Pantai Batu Atap dan Pantai Bubus Kecamatan Belinyu untuk dilakukan cek kesehatan setelah ditemukan kejadian luar biasa (KLB) malaria, Rabu (3/6/2026). 

Fery juga mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas.

“Harapan kita semua masyarakat yang terkena malaria cepat sembuh, tetap jaga kesehatan dan selalu waspada dalam melakukan aktivitas,” katanya.

Kewaspadaan Dini

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berupaya mempertahankan status eliminasi malaria yang diperoleh sejak 2015.

Meski selama dua tahun terakhir tidak ditemukan kasus malaria, kewaspadaan tetap diperketat untuk mencegah masuknya kasus dari luar daerah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKPPKB Bangka Selatan, Slamet Wahidin, mengatakan pengawasan difokuskan pada pendatang dari wilayah yang masih menjadi kantong penularan malaria.

“Kabupaten Bangka Selatan sudah mendapatkan sertifikat bebas malaria pada tahun 2015 dan sampai saat ini terus kami pertahankan,” ujar Slamet.

Menurut dia, salah satu langkah utama yang dilakukan adalah memperkuat surveilans migrasi.

Setiap penduduk yang datang dari daerah endemis malaria akan menjalani skrining untuk mendeteksi kemungkinan adanya kasus impor.

“Kami tetap melakukan skrining melalui surveilans migrasi terhadap penduduk yang datang dari daerah yang masih terdapat malaria,” katanya.

Selain memantau mobilitas penduduk, pemerintah juga terus memetakan wilayah yang berpotensi menjadi habitat nyamuk penular malaria, seperti kawasan rawa, daerah dengan banyak genangan air, dan wilayah pertambangan.

“Daerah yang rentan malaria umumnya berada di kawasan rawa dan wilayah yang memiliki banyak genangan air karena nyamuk berkembang di tempat tersebut,” jelasnya.

Seluruh puskesmas diminta meningkatkan kewaspadaan dini terhadap kelompok masyarakat berisiko tinggi, seperti pekerja tambang, nelayan, pekerja perkebunan, dan pekerja musiman.

Masyarakat juga diimbau menggunakan kelambu, repelen, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala yang mengarah pada malaria.

“Kami terus mendorong keterlibatan masyarakat karena pencegahan malaria akan lebih efektif jika dilakukan secara bersama-sama,” pungkas Slamet.

Keberhasilan Bangka Selatan mempertahankan nol kasus malaria selama dua tahun terakhir menunjukkan bahwa kewaspadaan, deteksi dini, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga daerah tetap bebas dari penyakit tersebut. (v1/u1)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved