Senin, 18 Mei 2026

Resonansi

Air Keras

Peristiwa terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus tidak boleh berhenti pada penyelidikan kriminal semata. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ade Mayasanto | Editor: Fitriadi
Dok. Ade Mayasanto
Ade Mayasanto, Editor in Chief Bangka Pos/Pos Belitung. 

Di Malta, jurnalis Daphne Caruana Galizia juga tewas akibat bom mobil pada 2017 setelah membongkar dugaan kasus korupsi politik.

Begitulah kekerasan terjadi. Dan setiap kali peristiwa itu terjadi, selalu ada dua narasi yang terpampang.

Narasi pertama itu sekedar kejahatan biasa, pelaku individual dan bahkan personal. Sementara narasi kedua, itu adalah pesan. Pesan yang tidak perlu dijelaskan. 

Hannah Arendt dalam filsafat politik menyebut kekerasan sering tidak muncul sebagai deklarasi terbuka.

Ia justru muncul dalam bentuk kecil, yakni intimidasi, ancaman, atau seragan yang tampak personal. Namun dampaknya justru bersifat massif, yakni menciptakan ketakutan.

Ketakutan adalah kunci. Tetapi itu adalah bahasa kekuasaan yang paling tua. 

Ketika seorang aktivis diserang dengan air keras, yang sebenarnya disasar bukan hanya tubuh semata. Ia adalah metafora. Sebab, yang disasar sebenarnya adalah keberanian orang untuk berbicara.

Tubuh yang terkena air keras bisa jadi tidak kembali seperti semula. Namun sejatinya, ruang publiknya yang telah diracuni kekerasan.

Filsuf Michael Foucalt juga pernah mengingatkan bahwa dalam kekuasaan modern sistem tidak selalu bekerja melalui hukuman terbuka.

Ia kerap pula menyusup dalam pengaturan rasa takut, melalui mekanisme yang membuat orang menjadi pengawas bagi dirinya sendiri.

Sensor tidak langsung dari negara secara langsung. Ia tumbuh dan berkembang dalam alam pikir masyarakat. Hingga akhirnya orang berpikir lebih baik banyak diam, daripada menjadi korban.

Efek domino psikologis bekerja perlahan. Satu orang diserang, seribu orang berpikir lebih hati-hati, dan mengukur timbangan ketakutan dan kekuasaan. 

Satu pembela HAM dilanggar secara telanjang di muka publik, itu pertanda bahwa tubuh manusia diperlakukan sebagai alat untuk menyampaikan pesan politik.

Oleh karena itu, peristiwa terhadap Andrie tidak boleh berhenti pada penyelidikan kriminal semata. 

Lebih dari itu, memastikan ruang bagi pembela HAM tetap aman adalah suatu hal yang perlu diperhatikan serius.

Negara boleh lantang berbicara di ruang sidang Dewan HAM PBB. 

Kata-kata tentang kebebasan mungkin juga terdengar megah. Tapi komitmen kebebasan HAM justru tidak boleh berjalan di jalan gelap karena di sana martabat sebuah negara dipertaruhkan. 

Sebab, ini bukan sekedar kejahatan. Ini penghinaan terhadap martabat manusia. Dan sejarah seperti biasa akan mencatat semuanya.
 

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved