Jumat, 24 April 2026

validasidatapm.bgn.go.id Meluncur, Siapa Saja Bisa Cek Data Penerima MBG

Para kepala desa, camat, bupati, kepala dinas, kepala sekolah, hingga kepala Posyandu bisa mengakses situs validasidatapm.bgn.go.id

Editor: Fitriadi
Istimewa/ Dok Geger
TINJAU PROGRAM MBG - Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi ketika melakukan peninjauan program MBG di SPPG Desa Tukak Kecamatan Tukak Sadai Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (2/4/2026). Dalam kegiatan tersebut pemerintah daerah memperkuat pengawasan guna memastikan kualitas dan ketepatan sasaran 

Untuk mendukung kelancaran di lapangan, BGN memerintahkan Satuan Pelayanan Badan Gizi (SPBG) melakukan koordinasi vertikal dan horizontal dengan jajaran pemerintah daerah serta aparat keamanan setempat.

“KSPBG harus berkoordinasi dengan kepala desa atau kepala atau lurah, kemudian koordinator wilayah kecamatan berkoordinasi dengan Pak Camat dan Danramil, Kapolsek. Kemudian koordinator SPBG tingkat wilayah kabupaten kota berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, kepala dinas kesehatan dan lain-lain yang terlibat sehingga ketercapaian program MBG ini maksimal,” tegas Sony.

Integrasi Data Lintas Kementerian

Ke depan, sistem validasi ini akan dikembangkan menjadi teknologi Application Programming Interface (API) yang mengintegrasikan data dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, Kemendikdasmen, dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)/ Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

“Kita akan membangun juga namanya API ya, Application Programming Interface yang menggabungkan, yang mengintegrasikan data dari berbagai walidata,” pungkasnya.

Peluncuran situs validasi BGN menandai upaya memastikan distribusi program Makan Bergizi Gratis berlangsung transparan, tepat sasaran, serta terintegrasi lintas kementerian di tengah sorotan publik mengenai anggaran dan pengadaan.

Program MBG Jadi Sorotan Publik

Program MBG menjadi pusat perhatian warga karena merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto. BGN mengelola anggaran jumbo Rp335 triliun untuk program MBG tahun 2026.

Selain itu, badan baru ini juga melakukan pengadaan barang dan jasa yang menuai kritik sejumlah pihak, seperti pengadaan 21.801 unit motor listrik MBG merek Emmo (tipe JVX GT dan JVH Max) senilai Rp897 miliar atau sekitar Rp43 juta per unit.

Motor listrik yang dipasok PT Yasa Artha Trimanunggal ini disebut untuk operasional distribusi MBG.

Prabowo Ubah MBG Hanya Untuk Orang Miskin

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta agar program MBG yang sebelumnya dibagikan secara universal ke semua anak kini akan fokus ditujukan untuk anak kurang gizi.

Sedangkan anak dari kalangan ekonomi mampu tidak menjadi prioritas penerima.

Tujuannya satu, membuat program terdistribusi tepat sasaran. Tim tersebut diberi nama Tim Optimalisasi Penerima Manfaat.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan kesiapan BGN melaksanakan arahan Presiden Prabowo.

Sumber: bangkapos
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved