Jumat, 5 Juni 2026

Nasib MBG di Era Nanik S Deyang

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang mengatakan pihaknya akan melakukan efisiensi anggaran MBG secara besar-besaran.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Istimewa/ Dok Geger
TINJAU PROGRAM MBG - Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi ketika melakukan peninjauan program MBG di SPPG Desa Tukak, Kamis (2/4/2026). Dalam kegiatan tersebut pemerintah daerah memperkuat pengawasan guna memastikan kualitas dan ketepatan sasaran. 

"Empat, merealisasikan program MBG untuk daerah 3T tertinggal terdepan dan terluar dengan beberapa alternatif skema pelaksanaan agar tidak membebani APBN," paparnya.

Dalam mengawal efisiensi ini, Nanik menyebut BGN didampingi oleh figur-figur pengawas profesional.

Salah satunya adalah Agustina Arum Sari, tokoh dengan pengalaman 34 tahun di bidang audit yang juga mantan wakil dari Kepala BPKP yang kini menjadi Wakil Kepala BGN.

"Dengan tugas dari Pak Presiden, sesuai dengan keahlian beliau, beliau akan mengawasi dengan super ketat tata kelola dan keuangan negara yang di BGN," jelas Nanik.

Ke depannya, Nanik mengatakan pihaknya akan berkomitmen untuk menjunjung tinggi transparansi kepada publik terkait realisasi program-program gizi pemerintahan.

"Kita akan adakan jumpa pers sesering mungkin, mungkin minggu depan juga kita akan jumpa pers lagi tentang, tema-tema yang lain, tapi sore hari ini kita bicara pada efisiensi anggaran," pungkasnya.

Tak Akan Kejar 82 Juta

Setelah menjabat menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa dirinya telah menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa dirinya akan fokus pada kualitas Makan Bergizi Gratis (MBG) daripada kuantitasnya.

Adapun, pada 2026 ini, program MBG ditargetkan menjangkau hingga 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Penerima manfaat MBG mencakup peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil dan tertinggal. 

Namun, setelah adanya kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program MBG tahun 2025 sampai 2026 yang melibatkan eks Kepala BGN, Dadan Hindayana dan dua Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung, Nanik mengatakan bakal lebih mengutamakan kualitas MBG.

"Kemarin dipanggil Presiden dan kami sudah menyampaikan ke beliau, tahun 2026 ini kami tidak mengejar kuantitas, kami akan perbaiki kualitas," tegasnya dalam konferensi pers, Kamis (4/6/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.

"Sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta, tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan makan yang bergizi, lalu refocusing," sambungnya.

Nanik kemudian menjelaskan, apabila terdapat sekolah-sekolah yang tergolong mahal, pihaknya akan mempertanyakan apakah sekolah-sekolah tersebut masih memerlukan program MBG

Jika dinilai tidak terlalu membutuhkan, alokasi program MBG tersebut akan dialihkan ke wilayah 3T atau Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved