Nasib MBG di Era Nanik S Deyang
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang mengatakan pihaknya akan melakukan efisiensi anggaran MBG secara besar-besaran.
"Empat, merealisasikan program MBG untuk daerah 3T tertinggal terdepan dan terluar dengan beberapa alternatif skema pelaksanaan agar tidak membebani APBN," paparnya.
Dalam mengawal efisiensi ini, Nanik menyebut BGN didampingi oleh figur-figur pengawas profesional.
Salah satunya adalah Agustina Arum Sari, tokoh dengan pengalaman 34 tahun di bidang audit yang juga mantan wakil dari Kepala BPKP yang kini menjadi Wakil Kepala BGN.
"Dengan tugas dari Pak Presiden, sesuai dengan keahlian beliau, beliau akan mengawasi dengan super ketat tata kelola dan keuangan negara yang di BGN," jelas Nanik.
Ke depannya, Nanik mengatakan pihaknya akan berkomitmen untuk menjunjung tinggi transparansi kepada publik terkait realisasi program-program gizi pemerintahan.
"Kita akan adakan jumpa pers sesering mungkin, mungkin minggu depan juga kita akan jumpa pers lagi tentang, tema-tema yang lain, tapi sore hari ini kita bicara pada efisiensi anggaran," pungkasnya.
Tak Akan Kejar 82 Juta
Setelah menjabat menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa dirinya telah menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa dirinya akan fokus pada kualitas Makan Bergizi Gratis (MBG) daripada kuantitasnya.
Adapun, pada 2026 ini, program MBG ditargetkan menjangkau hingga 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Penerima manfaat MBG mencakup peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil dan tertinggal.
Namun, setelah adanya kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program MBG tahun 2025 sampai 2026 yang melibatkan eks Kepala BGN, Dadan Hindayana dan dua Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung, Nanik mengatakan bakal lebih mengutamakan kualitas MBG.
"Kemarin dipanggil Presiden dan kami sudah menyampaikan ke beliau, tahun 2026 ini kami tidak mengejar kuantitas, kami akan perbaiki kualitas," tegasnya dalam konferensi pers, Kamis (4/6/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.
"Sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta, tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan makan yang bergizi, lalu refocusing," sambungnya.
Nanik kemudian menjelaskan, apabila terdapat sekolah-sekolah yang tergolong mahal, pihaknya akan mempertanyakan apakah sekolah-sekolah tersebut masih memerlukan program MBG.
Jika dinilai tidak terlalu membutuhkan, alokasi program MBG tersebut akan dialihkan ke wilayah 3T atau Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.
| Segini Tarif dan Syarat Bikin SIM A, SIM C, SIM Internasional Online per Juni 2026 |
|
|---|
| Video : Respon Menkeu Purbaya Ketika Mendengar Dadan Hindayana Jadi Tersangka : Kasihan Amat |
|
|---|
| Video: Kekayaan Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Meroket Rp12 M dalam Setahun, Aset Terbesar Tanah |
|
|---|
| Rekrutmen PPPK Kemensos 2026: Dibuka 5.127 Formasi, Ini Syarat IPK dan Jabatannya |
|
|---|
| Rumah di Tempilang Ludes Terbakar, Mobil Honda CRV Ikut Hangus Diduga Akibat Obat Nyamuk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260402-TINJAU-PROGRAM-MBG-Wakil-Bupati-Bangka-Selatan-Debby-Vita-Dewi-2.jpg)