Jumat, 5 Juni 2026

Nasib MBG di Era Nanik S Deyang

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang mengatakan pihaknya akan melakukan efisiensi anggaran MBG secara besar-besaran.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Istimewa/ Dok Geger
TINJAU PROGRAM MBG - Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi ketika melakukan peninjauan program MBG di SPPG Desa Tukak, Kamis (2/4/2026). Dalam kegiatan tersebut pemerintah daerah memperkuat pengawasan guna memastikan kualitas dan ketepatan sasaran. 

Ringkasan Berita:
  • Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan efisiensi anggaran MBG secara besar-besaran.
  • Empat poin utama efisiensi yakni refocusing penerima manfaat, moratorium dapur baru, pembenahan dapur yang telah beroperasi, hingga pelaksanaan skema alternatif untuk kawasan pelosok.
  • Arahan Prabowo BGN tak perlu kejar target 82,9 juta penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia pada tahun 2026.

 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) berjanji akan melakukan pembenahan di sejumlah aspek program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca pencopotan tiga petinggi lembaga pemerintah nonkementerian tersebut.

Satu di antara pembenahan terkait penggunaan anggaran MBG yang merupakan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang mengatakan pihaknya akan melakukan efisiensi anggaran MBG secara besar-besaran.

Tak hanya itu, BGN juga melakukan pemberlakuan moratorium atau penghentian sementara dapur di titik-titik baru.

Pernyataan ini disampaikan Nanik seusai jajaran pimpinan baru BGN menyelesaikan rapat koordinasi internal di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/6/2026).

Baca juga: Sosok Nanik S Deyang Eks Jurnalis yang Diangkat Menjadi Kepala BGN, Orang Dekat Prabowo

Nanik menegaskan pengetatan anggaran menjadi fokus utama pimpinan BGN saat ini demi menyesuaikan ketersediaan dana tanpa mengorbankan target program.

"Kami concern hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran, sehingga meskipun sekarang sudah dipotong tinggal Rp268 (triliun). Kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran," ujar Nanik.

Untuk mewujudkan efisiensi tersebut, kata Nanik, BGN merumuskan empat poin utama.

Keempat poin itu mencakup refocusing penerima manfaat, moratorium dapur baru, pembenahan dapur yang telah beroperasi, hingga pelaksanaan skema alternatif untuk kawasan pelosok.

Terkait pembenahan dapur yang sudah berjalan, BGN mewajibkan penyesuaian standar operasional dan kualitas makanan, termasuk perbaikan serta pelatihan SDM. 

BGN tidak segan memberikan sanksi bagi pihak yang melanggar.

"Artinya, bila dapur itu tidak sesuai, tentu kami akan lakukan suspend,” tegas Nanik.

Lebih lanjut, kata Nanik, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga tetap dipastikan berjalan untuk kawasan terpelosok nusantara.

Namun, skema pelaksanaannya akan diubah guna melindungi keuangan negara.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved