Mutiara Ramadhan
Zakat Mendatangkan Keajaiban
Secara ril zakat mengurangi harta kita, tetapi secara spiritual justru menjadikan keseluruhan milik dan proverti kita menjadi milik utama.
Zakat mendatangkan keajaiban. Orang-orang yang rajin membayar zakat, Allah akan memurahkan rezekinya, berkah pendapatannya, bersih hatinya, tenang jiwanya, lurus pikirannya, mulia akhlaknya, sakinah rumah tangganya, shaleh/shalehah anak-anaknya, enteng jodoh keluarganya, terjaga dari mushibah.
Kalaupun ada masalah atau musibah yang menimpanya akan dipilihkan yang paling minim dampaknya.
Demikianlah janji-janji Tuhan yang dihimpun dari beberapa ayat dan hadis.
Kita perlu berhati-hati dengan zakat ini. Banyak di antara kita terlalu fikih oriented di dalam memahami zakat.
Sesungguhnya zakat itu bukan hanya untuk membebaskan kemiskinan, tetapi yang paling penting membersihkan jiwa kita yang selama ini kotor, meluruskan jalan pikiran kita yang selama ini bengkok, melunakkan jiwa kita yang selama ini keras, meneguhkan langkah kita yang selama ini tidak tegar, dan memotifasi kita untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.
Zakat dirancang untuk menjadi sokoguru perekonomian dan selanjutnya membebaskan masyarakat dari kemiskinan.
Apa arti 2,5 persen dari total pendapatan kita.
Alangkah miskin dan pelitnya kita kalau pengeluaran kita kepada agama kita hanya berupa zakat.
Itulah sebabnya di samping zakat juga dikenal ada pranata lain seperti shadaqah,
jariyah, infaq, waqaf, hadiyah, hibah, ’usyr, khumus, qurban, walimah, luqathah, dan bentuk-
bentuk transaksi lain yang dibenarkan di dalam syari’ah Islam.
Kalau kita tidak bisa melakukan itu semua, minimal zakat harta dan penghasilan kita yang kita perbaiki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230520-Imam-Besar-Masjid-Istiqlal-Jakarta-Nasaruddin-Umar.jpg)