Breaking News:

Emmy Saelan, Sosok Perawat yang Lemparkan Granat ke Belanda di Kassi-kassi, Kisahnya Sungguh Heroik

Emmy Saelan Tak menyerah, ia melemparkan granat ke pasukan Belanda. Pasukan Belanda pun bergelimpangan, tetapi Emmy turut gugur dalam pertempuran...

google.com
Emmy Saelan, salah satu pahlawan asal Sulawesi Selatan ( Sulsel). 

Emmy Saelan, Sosok Perawat yang Lemparkan Granat ke Belanda di Kassi-kassi, Kisahnya Sungguh Heroik

BANGKAPOS.COM -- Sosok Emmy Saelan adalah salah satu pahlawan asal Sulawesi Selatan ( Sulsel).

Ia adalah salah satu perempuan Indonesia yang telah mengorbankan dirinya di usia sangat muda untuk revolusi nasional.

Adapun namanya kini telah diabadikan sebagai nama jalan di Kota Makassar.

Diketahui, Emmy Saelan lahir di Malangke, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 15 Oktober 1924 dan wafat di Makassar, 23 Januari 1947 pada umur 22 tahun. Ia adalah salah seorang pejuang wanita dan Pahlawan Nasional Indonesia.

Untuk mengenang kepahlawanannya, jalan yang sering dilalui Emmy ketika bergerilya diabadikan sebagai nama Jalan Jalan Emmy Saelan ini terletak di Jalan Sam Ratulangi Makasar. Bahkan, pernah diusulkan untuk membangun patung Emmy.

Baca juga: Anggota TNI Berlari di Tengah Upacara HUT ke-76 RI Lalu Panjat Tiang dan Perbaiki Pengait Bendera

Baca juga: Mau Menurunkan Kolesterol Tinggi? Ini 10 Jenis Makanan yang Direkomendasikan

Baca juga: Tanggapan Dua Korban Selamat soal Vonis Dokter Tersangka Kebakaran Bengkel, Begini Pesan Mereka

Namun usul itu ditolak keluarga karena dianggap bertentangan dengan keyakinan agama yang dianut.

Sebagai gantinya, lokasi tempat Emmy gugur juga dibadikan dengan dibangunnya Monumen Emmy Saelan. Monumen ini terletak di Kota Makasar di Jl Toddopuli.

Namun sayang, kondisi monumen tersebut sekarang tidak terawat. Seperti gambar Garuda Pancasila yang telah rusak dan ditumbuhi banyak rumput liar.

Kisah Perjuangan Emmy Saelan

5 April 1946. Gubernur Sulawesi, Sam Ratulangi bersama dengan pembantu-pembantunya ditangkap oleh Belanda.

Lalu, kemudian, pada Juni 1946, Gubernur Ratulangi diasingkan ke Serui, Irian Barat.

Dr. Sam Ratulangi adalah pejabat Gubernur yang ditunjuk Bung Karno untuk provinsi Sulawesi. Akan tetapi, entah karena pertimbangan apa, Ratulangi belum membentuk pemerintahan secara resmi di Sulawesi saat itu.

Baca juga: China Bakal Diuntungkan Jika Taliban Berkuasa, Sementara Afghanistan Akan Hidup dalam Ketakutan

Baca juga: Hari Ini 17 Agustus 2021, Begini Cara Buat dan Bagikan 50 Link Twibbon Ucapan HUT ke-76 RI

Meski begitu, berita penangkapan Ratulangi mendapat protes. Salah satunya adalah perawat- perawat putri di Rumah Sakit Katolik ‘Stella Maris’.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved