Breaking News:

4 Orang Ditangkap Tim Kalong Ternyata Beda Kasus, 1 Warga Tak Terkait Jaringan Napi Lapas Tua Tunu

Satu dari empat terduga pelaku narkoba yang ditangkap tim Kalong Polres Pangkalpinang disebut tidak terkait jaringan narkoba napi di Lapas Tua Tunu.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/dokumentasi
Kapolres Pangkalpinang AKBP Dwi Budi Murtiono (Tengah) didampingi Kasat Narkoba Iptu Astrian Tomi (Kiri) dan Kasi Humas Polres Pangkalpinang, AKP Agus Widodo (Kanan) dia saat menggelar konferensi pers di halaman Polres Pangkalpinang, Selasa (21/9/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kepala Satuan Reserse (Kasat Res) Narkoba Polres Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung Iptu Astrian Tomi menyebut, antara keempat pelaku yang terdiri dari bandar, kurir hingga pengedar narkoba yang ditangkap Tim Kalong pada, Senin (20/9/2021) kemarin merupakan dua kasus yang berbeda.

Dimana pelaku inisial ND (23) warga Desa Katis, Simpang Katis, Bangka Tengah dan AT (38) warga Nelayan II, Sungailiat, Kabupaten Bangka yang mana keduanya adalah seorang narapidana dan SN (21) warga Kelurahan Pemali, Kabupaten Bangka merupakan satu jaringan.

Sementara MD (18) warga Kelurahan Gabek Dua, Kecamatan Gabek, Pangkalpinang seorang pelajar putus sekolah merupakan seorang pengedar.

Dari keempatnya polisi mengamankan sabu seberat 31,47 gram dan ganja seberat 0,48 gram.

“Antara MD dan tiga pelaku yang ditangkap lebih dahulu itu tidak ada kaitanya,” kata dia kepada Bangkapos.com saat menggelar konferensi pers di halaman Polres Pangkalpinang, Selasa (21/9/2021).

Kapolres Pangkalpinang AKBP Dwi Budi Murtiono (Tengah) didampingi Kasat Narkoba Iptu Astrian Tomi (Kiri) dan Kasi Humas Polres Pangkalpinang, AKP Agus Widodo (Kanan) ketika menggelar konferensi pers di halaman Polres Pangkalpinang, Selasa (21/9/2021).
Kapolres Pangkalpinang AKBP Dwi Budi Murtiono (Tengah) didampingi Kasat Narkoba Iptu Astrian Tomi (Kiri) dan Kasi Humas Polres Pangkalpinang, AKP Agus Widodo (Kanan) ketika menggelar konferensi pers di halaman Polres Pangkalpinang, Selasa (21/9/2021). (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Baca juga: Napi di Lapas Tua Tunu Minta Warga Jual Narkoba, Polisi Ringkus 4 Bandar hingga Pengedar

Baca juga: Ciri-ciri Nomor KTP yang dapat Bantuan Rp 1,2 Juta Ditransfer ke Pemilik Rekening Bank

Baca juga: Kapal Tiongkok Teror Laut Natuna Indonesia Tak Gentar Umumkan Punya 2 Kapal Perang Baru dari Inggris

Tomi menjelaskan, dalam kasus narkoba yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pangkalpinang, SN berperan sebagai kurir. Sementara itu ND merupakan pemilik barang, sedangkan AT merupakan perantara yang menghubungkan ND dengan SN.

ND sendiri merupakan Napi yang sudah dijebloskan ke penjara sejak tahun 2018 silam karena kasus narkotika. Untuk AT sendiri juga merupakan napi yang sejak 2016 sudah berada di Lapas Tuatunu karena kasus narkoba.

“ND ini berusaha untuk menjual barang orang lain, tetapi mereka tidak memiliki jaringan penjual di luar. Kemudian diam meminta bantu AT, dia nelpon untuk meminta bantu menjual barang dan mereka tukar nomor handphone. Sistem transaksi mereka AT menghubungi SN, kemudian AT memberikan nomor kepada ND,” terang Tomi.

Sambung Tomi, berdasarkan pengakuan SN, ia sudah sering melakukan transaksi barang haram di sekitar Stadion Depati Amir, Pangkalpinang. Bahkan transaksi ditempat yang sama sudah berulang kali dilakukan.

Dalam sekali transaksi, SN mendapat upah sebesar Rp50 sampai Rp500 ribu berdasarkan paket yang dikirim.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved