Kamis, 16 April 2026

Jamaah Islamiyah Bubar

Ponpes Darusy Syahadah Berubah Setelah Kooperatif dengan Pemerintah

Pesantren Darusy Syahadah mencuat ketika alumni Pesantren Al Mukmin Ngruki yang mengajar di pesantren ini tewas bersama Noordin M Top.

Editor: fitriadi
Tribunnews.com
Ponpes Darusy Syahadah di Simo, Boyolali, Jateng, yang terafiliasi dengan Jamaah Islamiyah. 

Pertemuan terbuka ini menandai babak penting perubahan-perubahan di pesantren afiliasi JI, yang hampir setahun kemudian JI mencapai titik akhir : membubarkan diri.

Ustad Qasdi Ridwanulloh, Direktur Pontren Darusy Syahadah secara khusus melalui Tribun
menyatakan pesantrennya terbuka untuk perbaikan dan siap berdialogd engan siapa saja.

Ustad Qasdi mengakui Ponpes Darusy Syahadah sejak lama berafiliasi dengan kelompok Jamaah
Islamiyah.

Tapi secara prinsip, pesantren ini bertujuan mendidik anak-anak santrinya fokus pada ulumul syarii, perbaikan iman, dan perbaikan ibadah.

Setelah ada keputusan JI bubar 30 Juni 2024, Ustad Qasdi meyakinkan lembaganya terbuka untuk
perbaikan supaya pendidikannya bermanfaat untuk kebaikan santri, umat, bangsa dan negara.

“Apabila ada stigma negatif, kami berharap agar mengutamakan klarifikasi, tabayun. Kita siap
dialog,” tegas Ustad Qasdi yang alumni LIPIA Jakarta ini.

Pelaksana Tugas Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Prof Dr Waryono Abdul Ghofur pun menyambangi Pondok Pesantren Darusy Syahadah.

Kunjungan dilakukan setelah Waryono bertemu para tokoh-tokoh eks Jamaah Islamiyah di sebuah
lokasi di pinggiran Kota Solo, Kamis (18/7/2024) siang.

Ini merupakan kunjungan pertama seorang pejabat tinggi Kementerian Agama RI ke pesantren yang
dulu berafilisi dengan Jamaah Islamiyah.

Sebelum berangkat ke Simo, Prof Dr Waryono mengatakan, senang bisa bertemu para tokoh eks JI.

Ia mendengar secara langsung pemikiran-pemikiran para tokoh, dan memahami titik akhirnya.

“Diskusi tadi memastikan betul-betul ini (JI) membubarkan diri, bukan gimmick,” kata guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini sraya menyebutkan pertemuan berikutnya akan segera dilakukan.

Kemenag Bantu Evaluasi Kurikulum

Mengenai langkah strategis ke depan, Waryono membenarkan Kemenag RI akan membantu proses
evaluasi dan pembenahan kurikulum di pondok pesantren yang dulu berafiliasi dengan JI.

“Jika Madrasah itu kurikulumnya memang sentralistik, pesantren ada kurikulum standar, tapi sesuai cirinya mandiri, ada juga kurikulum lokal,” jelas Waryono.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved