Korupsi Tata Kelola Minyak
Di Mana Riza Chalid Si Raja Minyak Bersembunyi?
Meski sudah berstatus tersangka, Riza Chalid sang "raja minyak" itu belum ditahan karena diduga masih berada di Singapura.
Tak hanya menyisipkan proyek yang tidak diperlukan, Riza juga diduga menghapus skema kepemilikan aset Terminal Merak dari kontrak kerja sama. Ia menetapkan harga sewa yang tidak wajar dan merugikan keuangan negara.
Akibat perbuatannya, Riza dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Juncto Pasal 3 Juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Rekam Jejak Riza Chalid
Mohammad Riza Chalid lahir pada tahun 1960 dari pasangan Chalid bin Abdat dan Siti Hindun binti Ali Alkatiri. Ia dikenal sebagai pengusaha dengan kerajaan bisnis lintas sektor, mulai dari minyak, ritel mode, perkebunan kelapa sawit, hingga produk minuman kemasan.
Namanya mulai besar melalui perusahaan Global Energy Resources, pemasok utama minyak ke Pertamina Energy Trading Ltd (Petral)—anak usaha Pertamina berbasis di Singapura. Kekayaannya bahkan pernah ditaksir mencapai US$415 juta (sekitar Rp6,5 triliun) oleh Globe Asia tahun 2015.
Ia juga mengelola jaringan bisnis di Singapura seperti Supreme Energy dan Cosmic Petroleum.
Karier Riza lekat dengan Petral, entitas pengadaan minyak yang menguasai impor minyak nasional sejak era Orde Baru. Ia disebut-sebut sebagai sosok sentral dalam pengaruh Petral.
Karena dominasi bisnis impor minyak lewat Petral dan dianggap sebagai "penguasa abadi bisnis minyak" di Indonesia, Riza Chalid sampai dijuluki "Saudagar Minyak" (The Gasoline Godfather).
Pada 2015, Petral dibubarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah audit menemukan praktik monopoli dan rente. Namun, sebagian figur Petral tetap eksis dalam struktur baru subholding Pertamina—yang kini kembali dikaitkan dengan kasus korupsi OTM.
Nama Riza Chalid juga pernah mencuat dalam skandal "Papa Minta Saham" bersama Ketua DPR Setya Novanto dan Dirut Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin pada 2015.
Kasus itu viral dan menyeret Riza ke pusaran opini publik, meski tak sampai dijerat hukum.
Ia juga disebut terlibat dalam membantu pelarian Eddy Sindoro, mantan petinggi Lippo Group, lewat stafnya yang memfasilitasi kepergian Sindoro dari Bandara Soekarno-Hatta tanpa pemeriksaan.
Keterlibatan Riza Chalid di Politik dan Internasional
Riza sempat dikabarkan sebagai penyokong kampanye Prabowo Subianto pada Pemilu 2014.
Ia dikaitkan dengan tabloid Obor Rakyat dan pembelian Rumah Polonia—markas kampanye Prabowo-Hatta.
| Profil Kerry Adrianto Riza Anak Riza Chalid Divonis 15 Tahun, Pilar Bisnis Keluarga Chalid |
|
|---|
| Kejagung Rahasiakan Riza Chalid, Boyamin Menduga Si Raja Minyak Nikahi Kerabat Sultan Malaysia |
|
|---|
| Raja Minyak Riza Chalid Kini Jadi Buronan Internasional Diburu Kejagung |
|
|---|
| Raja Minyak Riza Chalid Ternyata di Malaysia Sejak Februari 2025 |
|
|---|
| Keberadaan Riza Chalid Misterius, Kemlu Cek Data Imigrasi Tak Ada di Singapura |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250711-Riza-Chalid-saudagar-minyak-dan-rumah-mewahnya.jpg)