Bangka Pos Hari Ini
Nanggala dan Halilintar, Dua Satgas Timah yang Mengawasi Pertimahan di Babel
Ada Satgas Nangala, ada juga Satgas Halilintar, semuanya diarahkan untuk memperbaiki sistem dan menekan praktik ilegal.
"Berani melawan kolektor yang tidak mau diorganisir dengan baik, karena kita harus bekerja secara legal. Kalau yang ilegal itu mencuri dan menadah dari IUP Timah," jelas Restu.
Ia juga menekankan, bagi mitra yang beroperasi secara legal, PT Timah akan memberikan apresiasi dan dukungan maksimal.
"Kemarin sudah dikumpulkan ada ratusan orang yang mau bekerja secara legal. Mendaftar hingga dapat Surat Perintah Kerja dan wajib hasilnya masuk ke PT Timah. Hasil ini sebagai kekayaan negara untuk membayar pajak, royalti, dan jaminan reklamasi," tambahnya.
Saat ini, PT Timah menghadapi target produksi sebesar 22.000 ton timah batangan. Dengan dukungan dari Satgas, Restu berharap produksi dapat meningkat menjadi 30.000 ton pada tahun 2026 dan mencapai 80.000 ton pada tahun berikutnya.
"Mumpung ada Satgas yang sedang bekerja, ini dimaksimalkan agar produksi bisa berjalan," ujar Restu. (x1)
| Ngaku Polisi dan Geledah Rumah, Komplotan Gondol Emas Rp95 Juta Milik IRT di Deli Serdang |
|
|---|
| Asror Sulap Limbah Kandang Ayam Jadi Pupuk Organik untuk Hidupkan Lahan Bekas Tambang |
|
|---|
| Indonesia Walk for Peace 2026, Saat Perbedaan Menjelma Harmoni |
|
|---|
| Kasus Malaria di Belinyu Melonjak, Pemkab Bangka Siapkan Status KLB |
|
|---|
| Brigadir Arya Gugur Ditembak Saat Gagalkan Curanmor, Istri Menangis Pilu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250605-Kepala-Stasiun-Bakamla-RI-Bangka-Belitung-Letkol-Bakamla-Yuli-Eko.jpg)