Tribunners
TikTok Mengasuh Anak Kita
Satu hal yang tidak boleh hilang adalah kehadiran emosional dalam keluarga.
Karena itu, solusi dari masalah ini tidak cukup hanya dengan melarang TikTok atau menyita gadget anak. Yang lebih penting adalah membangun kembali kualitas hubungan dalam keluarga.
Pertama, orang tua perlu menetapkan batas screen time yang sehat dan konsisten sesuai usia anak. Gadget tidak boleh menjadi “pengasuh otomatis” setiap kali anak rewel.
Kedua, ciptakan kembali ruang interaksi tanpa layar di rumah, seperti makan bersama tanpa gadget, membacakan buku cerita sebelum tidur, bermain bersama, atau sekadar mengobrol tentang aktivitas sehari-hari.
Ketiga, orang tua juga perlu menjadi teladan digital. Anak sulit diminta lepas dari gadget jika ayah dan ibunya sendiri terus sibuk scrolling media sosial.
Keempat, sekolah dan pemerintah perlu memperkuat edukasi literasi digital parenting. Banyak orang tua sebenarnya tidak buruk dalam mengasuh, mereka hanya lelah, kewalahan, dan tidak memiliki panduan menghadapi era digital yang berubah sangat cepat.
Pada akhirnya, teknologi akan terus berkembang dan kita tidak mungkin memutarnya kembali. Namun, satu hal yang tidak boleh hilang adalah kehadiran emosional dalam keluarga.
Sebab masa kecil anak tidak akan terulang dua kali. Dan di masa depan nanti, anak mungkin tidak akan mengingat video apa yang mereka tonton setiap hari. Tetapi mereka akan selalu mengingat apakah di rumahnya dulu ada pelukan, percakapan, dan orang tua yang benar-benar hadir untuk mereka. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260313_Elinda-Rizkasari.jpg)