Resonansi
Si Angsa Hitam
Andi Widjajanto menganggap intelijen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kebobolan karena tidak bisa menghalau kerusuhan.
Penulis: Ade Mayasanto | Editor: Fitriadi
Pada September 2025, Penasihat Senior Lab 45 Andi Widjajanto mengingatkan kembali perihal angsa hitam.
Istilah angsa hitam ini muncul dalam obrolan di program Gaspol, Kompas.com.
Disebutkan, Andi Widjajanto menganggap intelijen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kebobolan karena tidak bisa menghalau kerusuhan yang terjadi pada 25-31 Agustus 2025.
Ia menceritakan, dalam komunitas intelijen, skenario terburuk disebut dengan istilah angsa hitam.
Sementara, pada kerusuhan yang lalu, angsa hitam itu tidak berhasil dihancurkan oleh intelijen.
Baginya, saat ini kelompok intelijen yang dimiliki oleh negara harus duduk bersama untuk bisa menemukan angsa hitam tersebut.
Tanpa langkah tersebut, kerusuhan serupa sangat mungkin terjadi lagi.
Baca juga: Mengungkap Tanya
Keberadaan si angsa hitam ini juga mengingatkan soal jurnal internasional yang dituliskan Aden C. Magee, berjudul Counterintelligence Black Swan: KGB Deception, Countersurveillance, and Active Measures Operation.
Aden C. Magee adalah seorang profesional kontraintelijen Amerika Serikat, pernah menjabat sebagai petugas intelijen militer (US Army) dan juga memiliki keterlibatan dengan lembaga pemerintah seperti Department of Defense dan Homeland Security.
Kembali ke Si Angsa Hitam. Magee menjelaskan si Angsa Hitam melalui peristiwa kontraintelijen di Muenchen.
Peristiwa bermula pada pukul 19.30 Waktu setempat.
Udara musim dingin di Munchen terasa hingga menusuk tulang. Jalanan kota tua sepi, hanya sesekali mobil melintas.
Namun, di balik ketenangan itu, sebuah operasi rahasia sedang berlangsung.
Tim kontraintelijen Amerika Serikat, berjumlah belasan agen, bersiaga di beberapa titik.
Mereka ini ada yang duduk di mobil sipil, ada yang berjalan kaki, sementara radio komunikasi berdesis pelan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Ade-Mayasanto.jpg)