Senin, 1 Juni 2026

Resonansi

Si Angsa Hitam

Andi Widjajanto menganggap intelijen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kebobolan karena tidak bisa menghalau kerusuhan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ade Mayasanto | Editor: Fitriadi
Dok. Ade Mayasanto
Ade Mayasanto, Editor in Chief Bangka Pos/Pos Belitung. 

Malam itu mereka punya target, yakni dua agen Soviet yang dijuluki Zulu 1 dan Zulu 2.

Baca juga: Sudut Pandang

Rencana awal sebenarnya terbilang sederhana. 

Mengawasi, mencatat pola, dan melaporkan ke markas.

Operasi jenis ini sudah berulang kali dilakukan.

Namun ada yang janggal sejak sore. Plat nomor kendaraan target tiba-tiba berganti. Rute mereka tak lazim.

Target yang semula melintasi distrik sepi, tetiba berbelok ke jalur menuju perbatasan Austria.

Para agen mencatat, tapi tak seorang pun menduga apa yang akan terjadi berikutnya.

Sekitar pukul 21.00, tim pengawas mulai merasakan perbedaan lain.

Mobil yang mereka kira mengikuti target justru kehilangan jejak.

Ketika salah satu agen berusaha memutar balik, ia melihat sesuatu yang tak biasa.

Sebuah sedan hitam yang sejak tadi menempel, kini justru mengikuti mobil pengintai intelijen AS.

Sinyal radio mendadak ramai.

Suara agen terdengar tegang. Sebab, situasi kini berbalik.

Mereka yang semula pengawas, malah berbalik diawasi.

Di tempat lain, dua agen AS yang berjalan kaki melaporkan hal serupa.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved