Campak di Indonesia
Waspada Campak Sangat Mudah Menular Lewat Udara, Ikuti Cara Mencegahnya
Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat terutama tenaga medis agar waspada terhadap penyakit campak karena sangat mudah menular.
Ada masa inkubasi atau masa tunggu sebelum gejala pertama muncul.
Pada campak, masa inkubasi biasanya berlangsung sekitar satu hingga dua minggu.
Artinya seseorang yang baru terpapar virus campak tidak langsung mengalami gejala pada hari yang sama.
Gejala biasanya baru muncul sekitar 7 hingga 14 hari setelah terpapar virus.
Hal ini membuat penularan campak sering terjadi tanpa disadari karena seseorang bisa saja sudah membawa virus sebelum gejala terlihat jelas.
Fase yang Perlu Diwaspadai
Dalam perjalanan penyakit campak terdapat beberapa fase, mulai dari fase inkubasi, fase munculnya gejala, hingga fase penyembuhan.
Fase yang perlu paling diwaspadai adalah saat ruam mulai muncul.
Pada fase ini, pasien biasanya mengalami demam tinggi disertai ruam yang menyebar di tubuh.
Selain itu, bisa juga muncul gejala lain seperti batuk atau diare.
Fase ini biasanya terjadi sekitar hari kelima hingga hari ketujuh sejak awal demam.
Pada periode tersebut, risiko munculnya komplikasi juga mulai meningkat sehingga anak perlu dipantau dengan lebih ketat.
Komplikasi Campak yang Perlu Diwaspadai
Campak bukan sekadar penyakit dengan demam dan ruam pada kulit.
Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain radang paru atau pneumonia, diare, serta radang telinga tengah.
Selain itu, campak juga dapat menyebabkan infeksi pada sistem saraf pusat yang dikenal sebagai encephalitis.
Kondisi ini termasuk komplikasi serius yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.
Karena itu, orang tua dianjurkan segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala demam disertai ruam yang mencurigakan.
Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mencegah komplikasi serta mempercepat proses pemulihan anak dari penyakit campak.
Cara Mencegah Campak
Dosen Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer Unika Atma Jaya, Dr.dr. Regina Satya Wiraharja, M.Sc. mengatakan kewaspadaan menjadi penting, khususnya saat intensitas interaksi sosial meningkat seperti pada masa hari raya.
Pencegahan utama campak adalah melalui vaksinasi. Vaksin MMR dinilai paling efektif untuk membentuk kekebalan tubuh, dengan jadwal pemberian pada anak usia 9 bulan, 2 tahun, serta 5–6 tahun.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker saat mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.
"Asupan gizi seimbang, termasuk vitamin A, juga berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh," tuturnya.
Jika mengalami gejala yang mengarah pada campak, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan membatasi kontak dengan orang lain guna mencegah penularan lebih lanjut.
Dengan meningkatnya mobilitas selama hari raya, kewaspadaan terhadap campak menjadi langkah penting agar masyarakat tetap dapat merayakan momen kebersamaan dengan aman dan sehat.
(Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi, Eko Sutriyanto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ruam-kena-campak.jpg)