Senin, 11 Mei 2026

Berita Viral

Ashari Nyamar Jadi Utusan Sang Guru tapi Akhirnya Warga Curiga

Kecurigaan warga memuncak saat Kiai Ashari mematikan seluruh lampu rumah dan meminjam motor pada dini hari.

Tayang:
Editor: Fitriadi
TribunSolo.com/TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal
DITANGKAP - Kolase foto Ashari, kiai sekaligus pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, saat diringkus polisi Kamis (7/5/2026).pagi. 

Karena tak ada motor seharga di bawah Rp 5 juta, mereka berdua kembali ke rumah Tejo. Menjelang maghrib, Ashari sempat pamit ke petilasan.

Timbul Kecurigaan

Malam harinya, Ashari sempat meminta izin untuk meminjam sepeda motor Tejo pada esok hari pukul 03.00 pagi dengan alasan ingin menemui temannya di Purwantoro.

Tak ada prasangka apapun, Tejo mengizinkan motornya dipinjam oleh Ashari.

Namun malam itu, kecurigaan Tejo mulai muncul.

Pasalnya, Ashari mematikan beberapa lampu di rumah itu, mulai dari kamar, ruang tengah dan teras.

"Lampu itu dimatikan semua, saya tanya kenapa dimatikan? Katanya biar tidak silau, karena tidak bisa tidur. Saya mulai curiga disitu," ujarnya.

Kecurigaan Tejo mulai terjawab, sekira jam 03.00, Ashari pergi menggunakan motornya, namun tas Ashari masih ditinggal di kamar rumah Tejo.

"Kalau cerita tetangga, Samsuri mau turun, polisi dari bawah mau naik, terus dia menghindar belok ke kiri ke rumah warga. Belum pernah kesini jadi tidak tahu jalan akhirnya ditangkap polisi," ujarnya.

"Ndelalah bertemu polisi pas sudah di bawah dan ditangkap dan dibawa ke mobil dibawa kesini. Polisi kesini ngabari saya, tanya keperluan Samsuri apa, saya jawab tidak tahu. Tasnya kemudian digeledah, isinya sabun dan baju ganti, tidak ada uang, hp tidak ada," jelas dia.

Jawaban polisi membuat Tejo kaget, ternyata seharian ia menerima tamu yang tidak biasa, seorang buron kasus berat yakni pencabulan.

"Kaget saya masalahnya apa, dijawab katanya buron sudah lama, pelecehan santri. Saya sendiri terkejutnya kok tidak cocok sama omongannya pertamanya pas kesini, tidak menyangka," aku Tejo.

Ia mengaku menyesal telah menerima Ashari dengan sangat baik di rumahnya.

Bahkan, Ashari juga disiapkan kamar khusus.

"Ya menyesal, jelas menyesal. Omongan dan kenyataan tidak sesuai, hanya berjarak semalam kemudian ditangkap polisi. Pas datang bilang baik-baik malah seperti itu," imbuhnya.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved