Selasa, 12 Mei 2026

Berita Viral

Ashari Nyamar Jadi Utusan Sang Guru tapi Akhirnya Warga Curiga

Kecurigaan warga memuncak saat Kiai Ashari mematikan seluruh lampu rumah dan meminjam motor pada dini hari.

Tayang:
Editor: Fitriadi
TribunSolo.com/TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal
DITANGKAP - Kolase foto Ashari, kiai sekaligus pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, saat diringkus polisi Kamis (7/5/2026).pagi. 

Tejo memang tak menaruh curiga, selain rumahnya kerap digunakan para peziarah singgah, Ashari juga sempat menunjukkan KTP-nya.

"Saya tidak curiga, sudah lihat KTPnya, cuma pas diminta tidak boleh saya pegang. Pertamanya ya tidak curiga. Mulai curiga sore itu, sama malam itu lampu dimatikan semuanya, padahal baru jam 20.00," urainya.

Berdasarkan cerita tetangga yang tinggal tak jauh dari lokasi penangkapan, memang sempat terdengar suara tembakan kurang lebih tiga kali.

Setelah kejadian itu, kata dia, pihak desa dan polsek membuat data pengunjung. Setiap tamu yang datang dicatat nama dan identitasnya. 

"Beberapa kali digunakan menginap, baru kali ini kejadian seperti ini. Biasanya tamu jauh yang menginap. Setiap ada yang menginap saya tidak pernah mau diberi imbalan, selalu saya tolak. Selama ini aman. Ini juga buat pelajaran saya kedepannya," paparnya.

Awal Kedatangan si Kiai Cabul
 
Kepada TribunSolo, Tejo menceritakan kronologi kedatangan buronan polisi itu. Pada Rabu (6/5/2026) pagi, Ashari tiba di rumahnya dengan diantar oleh warga.

Warga itu awalnya melihat Ashari di pemukiman selepas subuh. Ketika ditanya tujuannya adalah ke Gedong Wiyono. Warga itu kemudian menawarkan diri mengantar.

"Datang pertama itu kan “kulo nuwun” saya persilahkan masuk, yang mengantar kok Mas Sidam, tetangga," ujarnya.

Saat ditanya, Ashari mengaku dirinya bernama Samsuri yang berasal dari Semarang.

Pengakuan Ashari, tujuannya kesana satu, menjalankan "tugas" dari gurunya.

"Namanya Samsuri, dari Semarang. Kesini perlunya apa katanya disuruh gurunya menjalankan tiga tahun puasa. Sudah dapat tiga bulan disuruh napak tilas kesini, petilasanya Gusti Wali di Gedong Wiyono," jelas Tejo.

Saat itu, Tejo dengan keramahannya menyambut Ashari layaknya tamu biasa.

Ia sempat menawarkan kopi kepada Ashari, namun tawaran itu ditolak.

Ashari mengaku masih berpuasa sehingga enggan menerima tawaran kopi itu.

Disitu, Ashari meminta izin kepada Tejo untuk tinggal sementara waktu.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved