Senin, 11 Mei 2026

Berita Viral

Ashari Nyamar Jadi Utusan Sang Guru tapi Akhirnya Warga Curiga

Kecurigaan warga memuncak saat Kiai Ashari mematikan seluruh lampu rumah dan meminjam motor pada dini hari.

Tayang:
Editor: Fitriadi
TribunSolo.com/TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal
DITANGKAP - Kolase foto Ashari, kiai sekaligus pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, saat diringkus polisi Kamis (7/5/2026).pagi. 

Ringkasan Berita:
  • Ashari tersangka kasus pencabulan santriwati ponpes di Pati, Jawa Tengah bersembunyi di rumah warga.
  • Persembunyian Ashari di Komplek Makam Raden Gunungsari merupakan lokasi yang dianggap sakral.
  • Kecurigaan warga memuncak saat pelaku mematikan seluruh lampu rumah dan meminjam motor pada dini hari.

BANGKAPOS.COM, WONOGIRI - Ashari, pengasuh di sebuah pondok pesantren di Pati, Jawa Tengah yang menjadi tersangka pencabulan santriwati, sempat mencari motor bekas dalam pelariannya di Wonogiri.

Ashari mendatangi diler sepeda motor bekas lalu menawarkan harga motor di bawah Rp5 juta.

Namun, uang di kantong Ashari saat itu kurang sehingga batal membeli motor bekas.

Baca juga: Sosok Kyai Ashari, Siasatnya Mengelabui Polisi Berakhir di Wonogiri

Cerita tentang Ashari mau membeli motor bekas ini terjadi ketika dirinya menginap di rumah warga Dusun Wotgalih, Desa Bakalan bernama Tejo.

Ashari memilih sebuah lokasi yang dianggap sakral oleh sebagian orang, yakni Gedong Giyono yang merupakan Komplek Makam Raden Gunungsari.

Menurut keterangan warga, lokasi yang terletak di Dusun Wotgalih, Desa Bakalan itu kerap dijadikan tempat "panyuwunan" atau tempat untuk meminta bagi yang punya hajat entah apapun itu.

DITANGKAP - Polisi akhirnya menangkap Ashari, tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati. Hal itu tampak dalam unggahan status WhatsApp pribadi Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama pada Kamis pagi (7/5/2026).
DITANGKAP - Polisi akhirnya menangkap Ashari, tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati. Hal itu tampak dalam unggahan status WhatsApp pribadi Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama pada Kamis pagi (7/5/2026). (Dokumentasi Kasat Reskrim Polresta Pati)

Lokasinya berada di atas bukit, jauh dari pemukiman ramai warga, sekira 2 kilometer. Hanya ada beberapa rumah warga di dekat petilasan itu. Jalan menuju ke sana menanjak terjal dan berkelok.

Di sana, Ashari menginap di rumah warga bernama Tejo yang memang kerap digunakan para peziarah beristirahat. Jaraknya kurang lebih 200 meter dari petilasan tersebut.

Selama disana, menurut pengelihatan Tejo, Ashari menjalankan shalat lima waktu.

Dalam kurun waktu sehari, kurang lebih Ashari ke petilasan empat kali.

Pada Rabu sore, Ashari sempat bertanya kepada Tejo apakah ada motor bodong yang dijual.

Karena tidak ada, Tejo akhirnya mengantarkan Ashari ke sebuah delaer motor bekas di Purwantoro.

Di dealer itu, gerak-gerik Ashari cukup meyakinkan.

Di sana ia melihat-lihat sepeda motor second itu dan mencari yang harganya di bawah Rp 5 juta.

"Tanya dimana yang jual motor second, tanya harganya. Saya tanya apa mau beli katanya iya, saya antar ke dealer motor second di Purwantoro. Cari harga di bawah Rp 5 juta karena ngaku uangnya Rp 5 juta," paparnya.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved