Breaking News
Kamis, 4 Juni 2026

Harga Timah Pecahkan Rekor Dunia, Tembus Rp 1 Miliar per Ton

Harga timah kontrak tiga bulan melonjak hingga mencapai US$57.960 per metrik ton, level tertinggi sepanjang sejarah perdagangan

Tayang:
Penulis: Teddy Malaka | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Dok istimewa
HARGA TIMAH - Grafis harga timah dunia pecahkan rekor di perdagangan 3 Juni 2026 waktu Indonesia. 

Indonesia sendiri masih menjalani penyesuaian tata kelola pertambangan dan proses penerbitan RKAB yang memengaruhi pasokan ke pasar internasional.

Selain Indonesia, Myanmar yang selama ini menjadi pemasok konsentrat timah terbesar dunia juga masih menghadapi gangguan produksi dan distribusi di wilayah tambang utama.

Situasi semakin diperparah oleh kebijakan Republik Demokratik Kongo (DRC) yang memberlakukan larangan ekspor timah.

Ketika tiga sumber pasokan utama dunia mengalami hambatan secara bersamaan, pasar global kehilangan bantalan pasokan yang selama ini menjaga keseimbangan harga.

Akibatnya, harga timah terus bergerak naik hingga menembus rekor tertinggi sepanjang masa.

AI, Data Center dan Mobil Listrik Jadi Mesin Permintaan Baru

Di saat pasokan menurun, permintaan dunia justru meningkat tajam.

Ledakan investasi pada teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pembangunan data center, industri semikonduktor, hingga kendaraan listrik menjadi mesin pertumbuhan baru bagi konsumsi timah global.

Timah merupakan bahan utama dalam solder yang digunakan pada chip komputer, server, papan sirkuit elektronik, perangkat komunikasi, hingga berbagai komponen teknologi modern.

Tidak hanya itu, transisi energi menuju kendaraan listrik dan energi terbarukan juga membutuhkan pasokan timah dalam jumlah besar.

Panel surya, sistem penyimpanan energi, baterai, hingga kendaraan listrik seluruhnya bergantung pada komponen elektronik yang menggunakan timah.

Kondisi ini membuat posisi timah semakin strategis dalam rantai pasok industri teknologi dunia.

Ancaman Royalti

Meski prospek industri timah terlihat sangat cerah, sejumlah tantangan masih membayangi.

BRI Danareksa mengingatkan bahwa masa transisi regulasi dan penerbitan RKAB dapat memengaruhi volume pengiriman perusahaan tambang.

Sumber: bangkapos
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved