Tribunners
Tahun Baru 2026 dan Tantangan Mendasar Pendidikan Indonesia
Guru bukan sekadar pelaksana kurikulum, tetapi aktor utama dalam membentuk budaya berpikir dan karakter peserta didik.
Karena itu, integrasi teknologi di sekolah dan kampus harus diarahkan untuk memperkuat nilai kejujuran, tanggung jawab, dan empati, sehingga kemajuan digital berjalan seiring dengan penguatan akhlak dan kepribadian peserta didik.
Tahun Baru 2026 semestinya menjadi momentum untuk menata ulang orientasi pendidikan nasional.
Pendidikan harus kembali pada tujuan hakikinya: memanusiakan manusia, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan membentuk karakter yang berakhlak mulia.
Jika pendidikan hanya dikejar dari sisi administratif dan statistik, maka kita berisiko kehilangan generasi yang cerdas secara teknis tetapi rapuh secara moral.
Akhirnya, investasi terbesar bangsa ini bukanlah pada infrastruktur fisik semata, melainkan pada kualitas manusia.
Pendidikan yang adil, bermutu, dan berkarakter adalah jalan paling rasional sekaligus paling bermartabat untuk menyongsong masa depan Indonesia.
Tahun 2026 harus menjadi titik tolak, bukan sekadar pergantian kalender. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260101-Muhammad-Isnaini-dosen-UIN-Raden-Fatah.jpg)