Jamaah Islamiyah Bubar
Eks Anggota Jamaah Islamiyah Serahkan Senjata dan Bahan Peledak ke Densus 88
Eks pimpinan Jamaah Islamiyah tengah berupaya agar para mantan anggota JI menyerahkan seluruh senjata, termasuk bahan peledak kepada polisi.
"Kita sudah laporkan daftar DPO. Bahkan DPO-nya ikut sosialisasi pembubaran JI dan kembali ke pangkuan NKRI selama 30 sekian kali sosialisasi. Dan kita serahkan alat, barang, dan senjata," kata Abu Rusydan.
Ia juga mengatakan telah melaporkan nama-nama mantan anggota JI yang saat ini masih berada di luar Suriah dan Filipina.
Abu Rusydan mengatakan bahkam Densus 88 telah menjalin komunikasi dengan mereka.
"Ini kita sudah laporkan ke Densus tentang nama-nama (anggota) kita yang ada di Syiria siapa saja, yang ada di Filipina siapa saja, kemudian rincian mereka, dan Densus 88 sudah berkomunikasi dengan mereka," kata dia.
"Ada yang sudah menikah dengan Suriah, menikah dengan wanita Filipina, punya anak beranak. Ada yang masih di dalam penjara. Tapi mereka sudah tidak punya dokumen resmi Indonesia. Itu persoalannya, sebagian paling tidak," sambung dia.
Ia menegaskan hal tersebut adalah bagian dari komitmen para mantan anggota JI untuk membubarkan diri dan kembali ke pangkuan NKRI.
Sehingga, kata dia, tidak ada alasan untuk meragukan kesungguhan mereka untuk kembali ke NKRI.
"Tidak ada alasan bagi siapapun baik eksternal maupun internal untuk bersikap skeptis meragukan kesungguhan kita," kata dia.
4 Organisasi Besar JI Terhubung ke Densus 88
Mantan pendiri organisasi yang identik dengan aksi teror Jamaah Islamiyah (JI), Abu Rusydan, menjawab pihak-pihak yang meragukan pembubaran JI di Sentul pada 30 Juni 2024 lalu.
Pasalnya, setelah pembubaran JI dan kembalinya ke pangkuan NKRI dideklarasikan di Sentul Bogor, masih ada pihak-pihak yang meragukan langkah tersebut.
JI sendiri identik dengan berbagai peristiwa aksi teror para anggotanya di Indonesia yang menelan banyak korban jiwa.
Sebut saja Bom Malam Natal (2000), Bom Bali I (2002), Bom Bali II (2005), Bom Hotel JW Marriot (2003), Bom Kedutaan Australia (2004), Bom Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton (2009), mutilasi 3 siswi SMA di Poso, dan berbagai aksi teror lain yang diidentikkan dengan kelompok tersebut.
Menjawab hal itu, ia menegaskan empat organisasi besar di bawah koordinasi organisasi pusat JI saat ini telah terhubung ke Densus 88 Antiteror Polri.
Organisasi tersebut, kata dia, di antaranya Tahziz, Alwi, Forum Komunikasi Pondok Pesantren, dan 3T.
| Wawancara Eksklusif Bangka Pos dengan Ketua FKPP Terkait Bubarnya Jamaah Islamiyah Babel |
|
|---|
| Ini Alasan Jamaah Islamiyah Bangka Belitung Resmi Bubar |
|
|---|
| Jamaah Islamiyah Babel Deklarasikan Pembubaran, 30 Orang Baca Poin dan Ikrar Deklarasi |
|
|---|
| Ponpes Darusy Syahadah Berubah Setelah Kooperatif dengan Pemerintah |
|
|---|
| Sejarah Panjang Jamaah Islamiyah, dari Abdullah Sungkar Hingga Organisasinya Bubar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240917-peserta-sosialisasi-jamaah-islamiyah-di-madiun.jpg)