Senin, 8 Juni 2026

Jamaah Islamiyah Bubar

Eks Anggota Jamaah Islamiyah Serahkan Senjata dan Bahan Peledak ke Densus 88

Eks pimpinan Jamaah Islamiyah tengah berupaya agar para mantan anggota JI menyerahkan seluruh senjata, termasuk bahan peledak kepada polisi.

Tayang:
Editor: fitriadi
TRIBUNNEWS.COM/HO
Ratusan peserta sosialisasi bubarnya Jamaah Islamiyah mengikuti acara di Hotel Aston Madiun, Minggu (4/8/2024). Sejumlah tokoh utama eks gerakan itu hadir secara langsung maupun virtual. Seperti diketahui Jamaah Islamiyah sudah resmi membubarkan diri, dan sekarang kembali ke NKRI. 

Terkait proses integrasi atau kembalinya para mantan anggota JI, ia mengatakan memiliki tiga modal, yakni kepercayaan (trust), transparansi, dan ketulusan hati.

Ia juga menegaskan di sisa hidupnya dan para mantan anggota JI lainnya akan diisi dengan komitmen dan konsistensi untuk kembali ke pangkuan NKRI.

"Dan itu tidak omong kosong. Kita isi dengan itu tadi. Melaporkan banyak hal yang ada di 4 organisasi utama itu tadi. Jadi tidak ada alasan sama sekali untuk bersikap skeptis terhadap kerja sama antara kami dengan Densus 88. Kami itu eks Al Jamaah Islamiyah," kata dia.

"Beda persoalannya kalau memang itu persoalannya iri hati ya. Kenapa yang dekat dengan Eks Al Jamaah Islamiyah kok Densus 88, kok bukan kami, misalkan ada lembaga pemerintahan yang mengatakan seperti itu, supaya dihilangkan pikiran itu. Kami siap bekerja sama dengan siapapun untuk menyebarkan kebaikan. Termasuk bekerja sama dengan insan pers," sambung dia.

Ia pun berharap agar keraguan sejumlah pihak tersebut tidak kemudian mengganggu kepercayaan yang telah dibangun dengan Densus 88.

"Kita serius, Mas. Modal kita tiga: trust, transparansi, dan tulus hati. Jangan sampai sikap skeptis siapapun, baik eksternal maupun internal, yang mengganggu saling kepercayaan yang sudah kita bangun dengan pihak Densus 88. Jangan sampai merusak itu," kata dia.

"Dan kita akan mengisi hari-hari kita, waktu-waktu kita selama hari-hari ini, selama mulai 30 Juni 2024 sampai Allah mentakdirkan kapan, itu dengan dua K setelah 3T: trust, transparansi, dan tulus hati. Kita akan isi dengan komitmen dan konsistensi. Dan itu tidak omong kosong, waktu yang akan membuktikan. Dan waktu itu kita isi tidak dengan kekosongan," sambung dia.

Untuk diketahui, Para Wijayanto dibekuk di sebuah hotel di Bekasi pada Sabtu (29/6/2019) pagi.

Sedangkan Abu Rusydan ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri bersama tiga terduga teroris jaringan JI lainnya pada Jumat (10/9/2021) di beberapa tempat berbeda di daerah Bekasi.

JI sendiri merupakan organisasi terlarang yang identik dengan berbagai peristiwa aksi teror para anggotanya di Indonesia yang menelan banyak korban jiwa.

Sebut saja Bom Malam Natal (2000) Bom Bali I (2002), Bom Bali II (2005), Bom Hotel JW Marriot (2003), Bom Kedutaan Australia (2004), Bom Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton (2009), mutilasi 3 siswi SMA di Poso dan berbagai aksi teror lain yang diidentikan dengan kelompok tersebut.

Berikut daftar senjata api dan bahan peledak yang diserahkan eks anggota Jamaah Islamiyah di beberapa daerah:

Lombok Utara Nusa Tenggara Barat

1. 2 pucuk Senjata Api Revolver kaliber .38

2. 39 butir Amunisi Peluru Tajam berwarna kuning kaliber .38

3. 1 plastik serbuk berwana hitam kecokelatan

4. 1 karung ukuran 25 kg serbuk berwarna kuning

5. 1 plastik merah bubuk berwarna hitam.

Jawa Tengah

1. 1 pucuk airsoft gun jenis pistol

2. 45 butir amunisi kaliber .223

3. 521 butir amunisi kaliber .45 mm

4. 66 butir amunisi kaliber .9 mm

5. 9 butir amunisi kaliber .22 mm

6. 1 buah granat

7. 7 buah crossbow

8. 1 ember anak panah

9. 1 buah tabung gas selam dan selang

10. 1 pucuk senjata api laras panjang M16

11. 1 botol cairan hitam

Sulawesi Tengah

1. 1 pucuk senjata api pabrikan jenis revolver

2. 1 pucuk senjata api pabrikan jenis FN

3. 240 butir amunisi kaliber .223

4. 13 butir amunisi kaliber .9 mm

5. 2 butir amunisi kaliber .38

(Tribunnews.com/Gita Irawan)

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved