Kasus Ventilator RSUD Ir Soekarno

Apa Itu Ventilator, Alkes yang Sudah Setahun Hilang dari RSUP Soekarno Bangka Belitung

Ventilator adalah mesin yang berfungsi untuk membantu pernapasan pasien yang tidak bisa bernapas sendiri atau kesulitan bernapas.

|
Editor: fitriadi
Humas Unhas via Tribun Timur
VENTILATOR - Tim Peneliti Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar membuat alat bantu pernapasan yang diberi nama Venus (Ventilator Unhas). Alat bantu pernapasan (ventilator) ini dibuat untuk menunjang tugas Tim Satgas Covid-19 Unhas dalam memberikan pelayanan kesehatan pada pasien. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasus hilangnya sejumlah ventilator di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dr (HC) Ir Soekarno Kepulauan Bangka Belitung jadi sorotan.

Dokter Ira Ajeng Astried yang sejak 2023 menjabat Direktur RSUD milik Pemperintah Provinsi Babel itu pun harus meninggalkan jabatannya.

Ira Ajeng Astried tidak lagi menjabat Direktur RSUP Soekarno Babel per tanggal 1 Juli 2025.

Baca juga: Sosok dr Ira Ajeng Astried Direktur RSUP Soekarno Babel yang Dinonaktifkan dari Jabatannya

“Saya resmi menonaktifkan Direktur RSUD. Keputusan ini tidak main-main karena berkaitan langsung dengan nyawa masyarakat,” kata Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani saat menghadiri kegiatan di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Provinsi, Senin (30/6/2025), dilansir Bangkapos.com.

Hidayat Arsani menjelaskan penonaktifan dr Astried dari jabatannya terkait hilangnya 17 unit ventilator di rumah sakit milik Pemprov Babel tersebut.

Sudah sekitar satu tahun alat bantu pernapasan tersebut hilang dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Alat kesehatan vital senilai hampir Rp20 miliar tersebut hilang sejak lebih dari setahun yang lalu tanpa kejelasan penanganan.

“Ini alat bantu pernapasan, bukan benda biasa. Rumah sakit bisa anjlok reputasinya karena kehilangan seperti ini, dan nyawa orang dipertaruhkan,” kata Hidayat Arsani dengan nada geram.

Tak hanya soal kehilangan alat medis, RSUD Dr (HC) Ir. Soekarno juga mengalami penurunan status klaim layanan BPJS, yang sebelumnya berada di level B kini diturunkan ke tarif C.

“Kalau sudah bermasalah dan tidak ada pembenahan, harus ada reformasi. Kita akan cari pemimpin baru yang bisa membawa perubahan. Ini bukan soal perasaan, tapi soal integritas dan tanggung jawab,” kata Hidayat.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seorang pemimpin harus berani bersikap ketika ada kelalaian yang berdampak besar bagi masyarakat.

“Kalau tidak bisa bekerja maksimal, silakan mundur. Kita butuh pemimpin yang punya keberanian dan kejujuran,” tegas Hidayat Arsani.

BKPSDM Provinsi Bangka Belitung membenarkan Ira Ajeng Astried kini tak lagi menjabat sebagai Direktur RSUD Soekarno Babel.

“Iya, hari ini mengundurkan diri dan berlaku mulai tanggal 1 Juli 2025,” ungkap Plt Kepala BKPSDM Provinsi Bangka Belitung, Yudi saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Senin (30/6/2025).

Yudi menjelaskan pengunduruan diri Ira Ajeng Astried bukanlah pengunduruan diri sebagai pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved