Kasus Ventilator RSUD Ir Soekarno

Apa Itu Ventilator, Alkes yang Sudah Setahun Hilang dari RSUP Soekarno Bangka Belitung

Ventilator adalah mesin yang berfungsi untuk membantu pernapasan pasien yang tidak bisa bernapas sendiri atau kesulitan bernapas.

|
Editor: fitriadi
Humas Unhas via Tribun Timur
VENTILATOR - Tim Peneliti Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar membuat alat bantu pernapasan yang diberi nama Venus (Ventilator Unhas). Alat bantu pernapasan (ventilator) ini dibuat untuk menunjang tugas Tim Satgas Covid-19 Unhas dalam memberikan pelayanan kesehatan pada pasien. 

“Iya mundur dari jabatan sebagai Direktur RSUD, mengundurkan diri ya, mau ke jabatan fungsional,” tuturnya.

Apa Itu Ventilator?

Melansir laman Alodokter.com, ventilator adalah mesin yang berfungsi untuk menunjang atau membantu pernapasan.

Alat ini umumnya dibutuhkan oleh pasien yang tidak dapat bernapas sendiri, baik karena suatu penyakit atau cedera yang parah.

Penggunaan alat ventilator bertujuan untuk memberikan asupan oksigen kepada pasien agar lebih mudah bernapas.

Mesin ini akan mengatur proses menghirup dan mengembuskan nafas pada pasien.

Manfaat dan Cara Kerja Ventilator

Ventilator bekerja dengan cara memompa udara selama beberapa detik untuk menyalurkan oksigen ke paru-paru pasien, lalu berhenti memompa agar udara keluar dengan sendirinya dari paru-paru.

Sebelum memasang ventilator pada pasien, dokter akan melakukan intubasi untuk memasukkan selang khusus melalui mulut, hidung, atau lubang yang dibuat di bagian depan leher pasien.

Prosedur ini disebut juga trakeostomi. Setelah intubasi selesai, ventilator akan dihubungkan ke selang tersebut.

Penggunaan ventilator cukup rumit, sehingga pemasangan dan pengaturannya hanya boleh dilakukan oleh dokter yang memiliki kompetensi untuk merawat pasien kritis.

Alat ini sering digunakan di ruang perawatan intensif (ICU) karena kondisi yang membutuhkan ventilator biasanya merupakan kasus yang berat.

Selama terhubung dengan ventilator, pasien yang masih sadar tidak dapat bicara atau makan melalui mulut, karena keberadaan selang yang masuk ke dalam tenggorokan. Meski begitu, pasien masih dapat berkomunikasi dengan tulisan atau isyarat.

Umumnya, pasien akan merasa tidak nyaman ketika ada selang yang masuk melalui mulut atau hidungnya.

Pasien juga terkadang melawan udara yang dihembuskan ventilator dan membuat fungsi ventilator kurang efektif. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved