Tribunners
Politik Koalisi
POLITIK koalisi antar parpol pengusung calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilu 2024 ada yang secara resmi telah dibubarkan.
Penulis: iklan bangkapos | Editor: M Ismunadi
Minimal, tensinya akan cukup berbeda sekira ia ditarik ke dalam hembusan politik koalisi yang penuh tendensi dan berlumuran kepentingan-kepentingan pragmatis.
Melalui ilaf ini, bagi mereka yang berada dalam politik koalisi, jikalau memang ternyata kalah, tidak akan pernah lompat-lompatan untuk menyelamatkan diri demi berada dalam lingkaran kekuasaan.
Marwah dan integritasnya pasti terus dipertaruhkan. Tidak mudah larut dan hidup penuh ketakutan.
Sebaliknya, mereka akan menempatkan ini sebagai muhasabah, instrospeksi, demi mendewasakan langkah dan eksistensi ke depan.
Ala kulli hal, siapa pun yang istiqomah dalam koalisi politik, tidak pernah jumawa dan eforia berlebihan.
Kemenangan yang diperoleh, patut dijaminkan dari dan untuk konstruksi ilaf yang lebih progresif, produktif, dan empatik menjalankan roda kekuasaan.
Karena ilaf, seperti ditegaskan Sayyid al-Qimni, merupakan jaminan keamanan (amn) terhadap mereka yang sadar atau tidak telah dinyatakan kalah.
Sehingga kalah secara politik tidak langsung membuat latah, atau sektika belok arah, dan berangkulan dalam kepura-puraan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20231227-Masmuni-Mahatma.jpg)